JOGJA – Hasil kerja tim appraisal lahan Bandara baru New Yogyakarta Internasional Airport (NYI A) di Kulonprogo sudah keluar. Pengumuman resmi terkait besaran nilai ganti rugi baru akan disampaikan ke masyarakat terdampak dalam musyawarah Senin (20/6) mendatang.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIJ Arie Yuriwin mengaku, sudah menerima hasil penilaian tim appraisal. Sayangnya, Arie belum bersedia menyampaikan total nilai hasil penilaian tim appraisal. Karena sampai saat ini mereka belum merangkum seluruh data yang diserahkan tim appraisal.

“Tunggu tanggal 20 saja saat sudah mulai musyawarah,” kilahnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, kemarin (14/6).

Menurut Arie, dalam musyawarah nanti tidak ada negosiasi harga dengan masyarakat. Musyawarah hanya untuk menentukan bentuk ganti rugi. Pihaknya sudah menyiapkan dua bentuk ganti rugi yaitu dalam bentuk uang atau relokasi. Setelah itu, warga diberi waktu beberapa hari untuk menentukan pilihan ganti rugi dan menyampaikannya ke pos BPN yang sudah disediakan di setiap desa.

“Bila ada warga yang tidak puas dengan hasil appraisal, bisa mengajukan gugatan ke Pengadilan negeri Wates dalam waktu 14 hari,” ungkapnya.

Untuk luasan lahan relokasi dan jumlah uang yang disiapkan, Arie menuturkan, sampai saat ini belum jelas. Menurutnya, kebutuhan uang dan ganti rugi lahan baru bisa diketahui setelah proses musyawarah dilakukan.

“Kalau sekarang belum disiapkan wong belum ada warga mana yang setuju. Kalau minta uang semua alhamdulilah,” jelasnya.

Ada sekitar 2.590 warga yang berdampak langsung atas rencana pembangunan NYI A. Dari jumlah itu, terdapat 3.542 aset beragam bidang, mulai dari bangunan, sawah, pohon, perkebunan, dan lainnya.

Berbeda sikap, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo justru sudah menyampaikan secara implisit kepada warganya terkait hasil penilaian tim appraisal. Dalam acara Safari Tarawih di Masjid Muqorrobin di Pedukuhan Kebun Dalam, Kulur, Temon, Senin malam (13/6) lalu,
Hasto mengungkapkan, tim appraisal pada tahap I sudah selesai bekerja. Di luar dugaan, lanjutnya, nilai ganti rugi tanah untuk warga jauh lebih meningkat dibanding perkiraan sebelumnya.

“Diperkirakan semula untuk ganti rugi tanah warga senilai Rp 1,6 triliun, namun ternyata nilainya untuk sementara di atas Rp 3,5 triliun,” ungkapnya di hadapan warga.

Dia juga berharap, masyarakat mendukung pembangunan bandara di Temon, karena pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten tidak berniat ingin menyengsarakan masyarakat, melainkan ingin menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Manajer Proyek Persiapan Bandara NYI A PT Angkasa Pura (AP) I R. Sujiastono mengaku juga sudah mengetahui hasil penilaian tim appraisal. Tapi, dia menolak menyebutkan besaran nilai ganti rugi. Sujiastono hanya mengatakan nilainya fantastis. “Yang jelas harganya fantastis, kalau nilainya yang berhak bicara BPN,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya hanya menunggu rangkaian proses musyawarah yang akan dilakukan BPN. Setelah proses musyawarah selesai, PT AP I segera menindaklanjutinya dengan memberikan ganti rugi. AP I sudah menyiapkan sejumlah dana untuk ganti rugi. “Sudah disiapkan, itu sudah termasuk dalam total anggaran Rp 8 triliun untuk keseluruhan proyek ini,” katanya. (pra/tom/ila/ong)