SLEMAN – Polda DIJ menangkap pelaku penculikan dengan korban mahasiswi Stikes Aisyiah, Henny Retno Gumilar, 23. Pelaku ternyata adalah teman korban saat masih di bangku SMP dan SMA yaitu Muhammad ZS, 23.

Wakapolda DIJ Kombes Pol Abdul Hasyim Ghani mengatakan, kejadian tersebut pertama kali dilaporkan oleh kakak korban Ismalikatun, 41, Minggu (12/6). Dia melaporkan, adiknya telah diculik oleh seseorang dan meminta tebusan Rp 34 juta.

“Mendapat laporan tersebut, tim kemudian melakukan penyelidikan dan meminta keterangan beberapa saksi dari tempat tinggal korban maupun kampus korban,” katanya kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolda DIJ, Selasa (14/6).

Dari hasil penyelidikan diketahui, korban dibawa ke Bandungan, Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Tim kemudian melakukan koordinasi dengan Polda Jateng. Untuk memastikan korban aman, keluarga sempat mentransfer sejumlah uang kepada pelaku. Tidak sampai 24 jam pelaku berhasil ditangkap di Hotel Reza Agata, Bandungan, Senin (13/6) malam pukul 21.00.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Kombes Pol Hudit Wahyudi menambahkan, antara pelaku dan korban sudah lama saling kenal karena pernah satu kelas. Pelaku diduga telah merencanakan upaya penculikan tersebut. Sebelum penculikan itu, pelaku mengatakan bahwa orang tua korban akan sakit parah dan meninggal.

Karena itu, kata pelaku, perlu dicarikan orang pintar yang mampu menyembuhkannya. Pelaku lalu berpura-pura dapat mencarikan orang pintar tersebut di daerah Bandungan, Semarang. “Ternyata hal itu adalah akal-akalan pelaku untuk dapat menculik korban,” ungkapnya.

Kasubdit I Kamneg Polda DIJ AKBP G.M Saragih mengatakan, sebelum pergi ke Bandungan, pelaku dan korban lebih dulu janjian di daerah Prambanan, Sleman. Sesampainya di Bandungan, ternyata ponsel korban diambil sehingga tidak dapat melakukan komunikasi dengan keluarganya. Pelaku lalu meminta tebusan uang jika ingin korban kembali selamat.

“Pelaku mengancam kalau tidak menyerahkan tebusan akan diserahkan ke bosnya yang seorang germo. Pelaku mengaku bekerja sebagai debt collector,” ungkapnya.

Kepada tersangka, polisi menjerat dengan tiga pasal berlapis yakni Pasal 328 KUHP tentang penculikan dengan ancaman 12 tahun. Subsider Pasal 368 dan Pasal 333 KUHP tentang pemerasan dan merampas kemerdekaan seseorang. “Ancaman hukumannya 9 dan 8 tahun,” tegasnya.

Belajar dari kasus tersebut, dia mengimbau, kepada masyarakat terutama yang memiliki anak perempuan agar lebih hati-hati dan memperhatikan anaknya. Selain itu, jika mendapati kasus serupa segera melapor ke polisi secepatnya agar pelaku tidak terlalu jauh kabur sehingga bisa cepat tertangkap. (riz/ila)