JOGJA-Saat menjelaskan soal cairnya dana hibah dari Pemprov DIJ, ada hal yang kurang berkenan di hati Ketua KONI DIJ Prabukusumo. Pria yang akrab disapa Gusti Prabu ini mengaku sedikit terganggu dengan cara Pelatih Bola Voli DIJ Putut Marhaento dalam mencari dana untuk memberangkatkan tim ke PON 2016. Yakni dengan menjual kendaraan pribadinya

“Tapi kami tunggu, karena ketulusan dan keiklasan Pak Putut kalau memang upayanya berhasil, segera menyetorkan ke KONI,” katanya singkat kepada Radar Jogja, kemarin.

Pengda PBVSI sendiri bertekad besar untuk tetap memberangkatkan 12 atletnya ke PON. Urunan pun telah dilakukan, di tengah usaha sang pelatih, untuk menjual kendaraan pribadinya tetap dilakukan. Karena nantinya, uang hasil penjualan mobil Daihatsu Luxio keluaran tahun 2011 itu digunakan untuk pengembalian.

“Katanya kemarin (Senin) mau ambil. Tapi kemudian ngabari katanya hari ini (kemarin) baru akan ambil. Karena saya juga masih di Jakarta,” tutur Putut melalui sambungan telepon.

Putut mengaku ikhlas dan tidak bermaksud mencari sensasi ataupun perhatian dari berbagai pihak. Semua dilakukan agar atlet-atlet voli DIJ memiliki kesempatan tampil dan berjuang untuk membawa nama Jogjakarta.

“Peluang mereka ada, target saya juga masuk finalis. Melihat semangat mereka saat latihan, saya yakin mereka punya motivasi yang sama untuk memberikan yang terbaik bagi DIJ,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, semua anggota Pengda memang sepakat urunan, siapapun dengan nominal berapapun hingga bisa menutupi besaran biaya yang harus dibayarkan pada 15 Juni ini.

“Hasil rapat demikian. Teman-teman urunan berapa pun sampai sejumlah Rp 88 juta, dan rencananya hari (Rabu) ini kami setorkan,” tambah Bendahara Pengda PBVSI DIJ Sujadi, mengingat batas pengumpulan atlet dan pelatih mandiri pada hari ini.

Dikatakan, pihaknya memang tidak bisa berharap mobil tersebut bisa terjual dengan waktu singkat. Untuk itu, Pengda sepakat untuk urunan.

“Ya nanti kalau terjual hasilnya untuk mengembalikan ke bapak-bapak yang urunan itu,”ujarnya.

Seperti diketahui, selepas diikutsertakan dalam Otobursa pada Minggu (12/6) kemarin, akhirnya ada orang yang tertarik untuk mengambil kendaraannya tersebut. Namun untuk besaran, Putut mengaku belum mengetahui jumlah rupiah pastinya. Tetapi patokannya tetap berkisar diangka Rp 95 juta.(dya/dem)