SLEMAN – Satpol PP memperuncing tajinya selama Ramadan. Tindakan tegas dikenakan pada lima tempat hiburan pelanggar Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2013 tentang Penyelenggara Usaha Hiburan. Kelimanya adalah game net yang nekat buka pada seminggu pertama Ramadan. Padahal, regulasi jelas melarangnya.

Kepala Seksi Operasi dan Ketertiban Sri Madu mengungkapkan sebagian besar usaha game online teatp beroperasi sejak hari pertama Ramadan. Seharusnya, arena hiburan yang biasa menjadi tempat nongkrong para pelajar baru boleh buka pada H+7 Ramadan.

“Melanggar, ya, kami tutup paksa. Pengusaha kami tegur,” tegasnya kemarin (14/6).

Penindakan para pelanggar perbup memang belum sampai tahap penahanan izin usaha. Namun, tak menutup kemungkinan sanksi tegas bakal dijatuhkan jika pengusaha membandel. Termasuk pengusaha yang sengaja membuka lapak hingga larut malam. Menurut Sri Madu, penyesuaian jam opersional tempat hiburan diberlakukan sejak pekan kedua Ramadan. Itu berlaku pada semua jenis tempat hiburan. Diantaarnya, kafe, rumah karaoke, game net, game station, game centre, salon, spa, panti pijat, dan usaha sejenisnya. “Sesuai aturan, semua tempat hiburan boleh beroperasi mulai pukul 20.00-24.00 terhitung sejak pekan kedua Ramadan hingga Lebaran,” paparnya.

Ketentuan tersebut semata-mata demi menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa atau salat Tarawih. Sekaligus menciptakan suasana nyaman dan aman bagi masyarakat.(bhn/yog)