SLEMAN – Dua aksi tipu-tipu terjadi di wilayah Sleman dan Bantul. Di Sleman, penipuan dilakukan oknum dengan modus biro jasa perjalanan wisata dan transportasi. Sedangkan di Bantul pelaku penipuan beraksi memanfaatkan laman jual beli online.
Ulah yang dilakukan Tri Heru,45, warga Kota Bogor, Jawa Barat ini patut menjadi perhatian masyarakat. Jangan mudah tergiur iming-iming perjalanan wisata murah dengan fasilitas kelas wahid. Bisa jadi, biro perjalan yang menawarkan jasa tersebut abal-abal. Seperti dilakukan Tri Heru yang menjalankan Biro Tri Utama Jawa Wisata, beralamat di Perum Hollywood, Tanah Baru, Bogor. Yang dilakukannya tergolong kebangetan. Bagaimana tidak, Tri Heru nekat menipu calon pelanggan yang merupakan lembaga sekolah dan pesantren. Kepada calon korbannya, Heru menjanjikan perjalanan wisata dari Bogor ke Jogjakarta, termasuk akomodasi dan biaya sewa hotel. Ternyata, biaya hotel tak dibayarkan oleh tersangka.

Direskrimum Polda DIJ Kombes Pol Hudit Wahyudi mengatakan, tersangka telah meminta uang pelunasan wisata sehari sebelum pemberangkatan.

“Rombongan diinapkan di Hotel Grand Palace, Jalan Parangtritis,” katanya kemarin (14/6).

Total 30 wisatawan, dengan biaya penginapan mencapai Rp 40 juta. Total uang hasil menipu yang dikantongi tersangka sebesar Rp 300 juta. Heru lantas kabur bersama istrinya, NN, ke Jawa Timur. Mereka berencana membuka biro perjalanan lagi di Sidoarjo.

“Mereka sudah membuat brosur. Tapi keburu kami tangkap sbelum sempat beroperasi,” ujar Hudit.

Pelaku saat ini ditahan di Mapolda DIJ untuk menjalani proses hukum. Istrinya tidak ditahan namun diwajibkan lapor. Sementara itu, di Bantul aksi tipu-tipu dilakukan Saiful Mahmud, warga Bandongan, Magelang, Jawa Tengah. Selain menipu, tersangka juga membuat identitas palsu. Berupa KTP, STNK, atau tanda pengenal sejenisnya. Berbekal kartu identitas palsu itulah Saiful mengelabui calon korban.

Lewat situs jual beli online, Saiful berniat menyewa kamera DSLR milik Fahmila Ilma Firdaus, 20, asal Prancak Dukuh, Panggungharjo, Sewon. Setelah berkomunikasi melalui SMS, keduanya lantas sepakat kopi darat di sekitar Jalan Parangtritis. Firdaus menyerahkan kameranya, sedangkan Saiful member jaminan berupa KTP dan STNK kendaraan, berikut uang sewa.

Celakanya, sampai batas sewa habis nomor ponsel Saiful tak bisa dihubungi. Penelusuran korban ke alamat KTP dan STNK Saiful tak membuahkan hasil. Firdaus lantas menyebar informasi penipuan yang menimpa dirinya di salah satu situs jual beli online. Ternyata, bukan hanya dia seorang yang menjadi korban Saiful.

“Awalnya, ada orang Semarang yang merespon. Ternyata dia juga korban,” ungkap Firdaus.

Nah, berkat informasi melalui jaringan laman situs online , terjaring 11 korban Saiful. Ternyata, tersangka selalu menggunakan identitas palsu dalam setiap aksinya.

Kanit Reskrim polsek Sewon Iptu M. Darban menyatakan bahwa kepolisian bergerak setelah mendapat seabrek informasi. “Akhirnya kami berhasil tangkap dia saat mau menyewa kamera di salah satu rental,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Saiful membuat KTP dan identitas lainnya sendiri. Bahan-bahan identitas palsu diperolehnya melalui internet. “Pakai fotonya sendiri,” tambahnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, belasan lembar KTP, kamera GoPro, playstation, dan kamera DSLR.

Semua tersangka, Tri Heru, NN, dan Saiful dijerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang Penipuan. Masing-masing diancam hukuman empat tahun penjara.(riz/zam/yog)