HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
KOMITMEN: Kepala BPJS Ketenagakerjaan DIJ Moch Triyono (kiri) dan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo usai menyerahkan santunan BPJS Senin (13/6).
KULONPROGO-Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan DIJ Moch Triyono menyerahkan Santunan Jaminan Kecelakaan dan Jaminan Kematian kepada tiga penerima di Ruang Menoreh Senin (13/6).

Penerima santunan adalah keluarga Sumarno menerima Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Hari Tua (JHT) senilai Rp 65.122.469, Yunanto menerima JKK, Bea siswa, dan Jaminan Hari Tua (JHT) Rp 76.741.619, serta Puji Winarno menerima Jaminan Kematian, Bea Siswa, dan JHT Rp 56.066.330.

Moch Triyono menyampaikan, saat ini seluruh masyarakat pekerja dilindungi BPJS ketenagakerjaan. Perlindungan ini juga untuk dukung iklim usaha, menjaga harkat dan martabat, serta ikut menanggulangi kemiskinan. “Bagi pengusaha diharapkan tidak perlu kantong kiri atau kas kecil karena sudah ada jaminan dengan biaya relatif sangat murah,” katanya.

Hasto menyatakan, BPJS Ketenagakerjaan lebih simpel dari pada BPJS Kesehatan. Sehingga masyarakat komplainnya ke pemerintah daerah. Diharapkan antara pemerintah daerah dan BPJS ada transparansi, sehingga dapat memperbaiki sistem, sehingga pelayanan prima kepada masyarakat dapat lebih baik. “Di antara kita ingin saling mensukseskan. Kami juga ingin membangun dengan baik. Sekarang sistemnya transparan,” katanya.

Menurut Hasto “Gentlemen Agrement” dari BPJS terkait anggaran juga sangat penting. Sehingga pemerintah daerah juga punya rasa handarbeni dan berguna bagi kemaslahatan. (tom/din)