HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
TANGGAP: PPK Sungai Pantai 2, DAS Opak, Progo dan Serang BBWSO Suradi saat monitoring di muara Sungai Bogowonto, Pantai Congot, Desa Jangkaran, Temon, kemarin (14/6)
KULONPROGO-Kerusakan muara Sungai Bogowonto akibat gelombang pasang yang terjadi beberapa waktu lalu langsung disikapi Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO). BBWSO menyatakan siap melakukan perbaikan. Bahkan dana perbaikan jeti dan normalisasi sungai di sekitar muara sudah dianggarkan.

Pejabat Pembuat Komitment (PPK) Sungai Pantai 2, DAS Opak, Progo, dan Serang BBWSO Suradi menyatakan, gelombang pasang yang terjadi sepekan lalu, menyebabkan hilangnya talud batu di kedua sisi bangunan jeti.

Stsuktur batu penahan jeti hilang terbawa arus sepanjang 50 meter di setiap sisi. Termasuk telah terjadi perubahan arah dan alur sungai yang menjadi pembatas antara Kabupaten Kulonprogo dan Purworejo ini.

Kendati demikian , BBWSO sudah menyiapkan anggaran melalui APBN. Sebelum ada musibah, memang telah dialokasian anggaran senilai Rp173 miliar di 2016 untuk program normalisasi sungai. “Bahkan kegiatan ini sudah dalam proses lelang, pengadaan yang diharapkan pada bulan Juli sudah mulai dilaksanakan,” terang Suradi saat melakukan monitoring di muara Bogowonto Pantai Congot, Jangkaran, Temon, kemarin (14/6).

Normalisasi sungai akan dilakukan secara multiyears hingga tahun 2018. Pekerjaan normalisasi sungai akan dilakukan dengan pembangunan jeti dan juga pengerukan muara sungai. “Nantinya jeti yang akan dibangun tidak lagi menggunakan model tiang pancang. Namun akan menggunakan tetrapod seperti di muara Sugai Serang,” jelasnya.

Pengerukan dan normalisasi alur sungai di bagian hulu juga akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan banjir. Apalagi setiap tahun muara Sungai Bogowonto selalu tertutup pasir (tutup suwangan) dan air rajin meluab menggenangi lahan di pemukiman di wilayah Pedukuhan Pasir Mendhit dan Pasir Kadilangu. “Nantinya untuk pemasangan jeti akan ada desain baru dengan tetraod dan blok,” imbuh pria yang ikut menjadi nominator calon wakil bupati Kulonprogo dari PAN ini.

Pengerukan endapan dan normalisasi sungai juga dilakukan di sejumlah jalur yang rawan banjir. Salah satunya di Sungai Peni yang ada di tepi Jalan Daendels (JJLS). Pengerukan ini akan dilakukan setiap tahun dan sudah memasuki taun kedua. “Nantinya juga akan dibangun embung untuk menahan air,” ujarnya.

Kepala BPBD Kulonprogo Gusdi Hartono menyatakan, pihaknya telah melakukan pendataan nilai kerugian akibat musibah gelombang tinggi di Kulonprogo. Namun dia mengaku belum berani membeberkan.

“Laporan itu sudah dilaporkan kepada bupati untuk ditandatangani. Kami sudah ajukan nota dinas kepada bupati untuk penanganan lebih lanjut. Dari pendataan yang ada, hampir semua kawasan pantai mengalami kerusakan. Mulai dari Trisik, Bugel, Karangwuni, Glagah, Congot, dan Pasir Mendit,” jelasnya. (tom/din)