Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja Online
JOGJA-Demi menunjang angkutan Lebaran 2016 ini bisa maksimal, Balai Yasa Jogjakarta menargetkan perbaikan dan perawatan lokomotif sudah selesai pertengahan Juni ini. Saat ini, proses perbaikan dan perawatan itu tinggal 10 persen saja. Berupa finishing untuk tampilan dan performanya.

“Tinggal dua lokomotif ini sudah selesai,” kata Manajer Perencanaan Balai Yasa Jogjakarta R Cepi Budiman, kemarin (15/6).

Sampai saat ini, jumlah lokomatif yang menjalani perbaikan dan perawatan ada 42 unit. Semua penarik dan pendorong gerbong kereta api tersebut, akan dilakukan untuk angkutan selama musim Lebaran. “Setiap lokomotif menjalani perbaikan dan perawatan sekitar satu bulan,” jelasnya.

Lokomotif yang masuk perawatan tersebut, menurut dia, memang banyak yang sudah berusia tua. Tercatat, dari 42 lokomotif tersebut, ada 29 lokomotif yang dibuat tahun 1978 dan 1977. Lokomotif yang berusia tua tersebut, masih akan difungsikan pada angkutan lebaran ini.

“Yang buatan 2013 juga banyak. Lokomotif CC 206 yang baru,” ujarnya.

Cepi memastikan bahwa kondisi seluruh lokomotif yang sudah menjalani perbaikan atau perawatan di Balai Yasa dalam kondisi baik dan siap dioperasionalkan. “Kami selalu memakai suku cadang asli untuk mengganti suku cadang yang sudah rusak,” katanya.

Untuk menunjang angkutan Lebaran mendatang, PT KAI juga melakukan perawatan terhadap 62 unit kereta pembangkit. Kereta tersebut, telah menjalani perawatan secara menyeluruh. Kini, tinggal dua kereta yang masih dalam proses perbaikan dan diperkirakan pada Juni ini sudah bisa mengangkut pemudik.

“Setiap kereta pembangkit menjalani perbaikan atau perawatan sekirar 15 hingga 20 hari di Balai Yasa. Kereta pembangkit perlu dirawat setelah dioperasionalkan selama 10.000 atau 20.000 jam,” katanya.

Meskipun seluruh pekerjaan direncanakan selesai pada pertengahan Juni, namun Cepi mengatakan, tetap membuka bengkel jika ada kereta yang memerlukan perbaikan mendadak. Ini karena, biasanya tetap ada kereta yang membutuhkan perawatan. Atau mengalami troble saat dijalankan untuk angkutan Lebaran.

“Personel Balai Yasa juga akan dilibatkan selama masa Angkutan Lebaran 2017. Setiap daerah operasi akan dibantu tiga hingga lima orang personel dari Balai Yasa,” tambahnya.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi VI Jogjakarta Eko Budianto mengatakan, setiap wilayah kerja sudah dilengkapi dengan kereta cadangan. “Jika ada yang rusak dan perlu penggantian, maka kami telah siap,” jelasnya.

Eko memastikan, untuk angkutan Lebaran 2016 ini, semua kereta sudah menjalani perawatan. Termasuk untuk kereta tambahan pun bukan kereta yang tak digunakan. Kereta tersebut setiap hari juga digunakan. “Biasanya untuk kommuter,” katanya. (eri)