SIDAK: Direktur Utama PT Jasa Raharja, Budi Setyarso saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Stasiun Tugu Jogja, Kamis dini hari kemarin.

logo-jasa-raharja

JOGJA – PT Jasa Raharja memastikan, semua pemudik mendapatkan jaminan asuransi dari PT Jasa Raharja. Baik itu pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun naik angkutan umum seperti pesawat terbang, kereta api, bus, travel, dan lain sebagainya.

“Setiap tiket angkutan umum yang dibeli para pemudik sudah otomatis include membayar premi asuransi PT Jasa Raharja,” kata Direktur Utama PT Jasa Raharja, Budi Setyarso disela-sela mendampingi kunjungan kerja Menteri Perhubungan Ignasius Jonan ke Stasiun Tugu Jogja, Kamis dini hari kemarin.

Ikut mendampingi pula Direktur Operasional PT Jasa Raharja, Budi Raharja Slamet dan Kepala PT Jasa Raharja DIJ, I Ketut Suardika.

Dengan jaminan asuransi itu, para pemudik tak perlu khawatir selama berada dalam perjalanan. Jaminan asuransi itu meliputi biaya perawatan, cacat tetap dan santunan korban meninggal dunia. Untuk korban kecelakaan lalu lintas darat dan laut, biaya perawatan maksimal sebesar Rp 10 juta, Rp 25 juta untuk korban meninggal dunia dan untuk cacat tetap maksimal Rp 25 juta.

Sedangkan biaya perawatan korban luka bagi penumpang moda angkutan udara maksimal Rp 25 juta, santunan meninggal dunia sebesar Rp 50 juta serta korban cacat tetap maksimal Rp 50 juta

“Ketika ada kecelakaan dan korban dibawa ke rumah sakit, PT Jasa Raharja akan mengeluarkan garansi letter kepada rumah sakit atas nama korban kecelakaan tersebut. Selanjutnya, pihak rumah sakit yang akan menagihkan biaya perawatan tersebut ke PT Jasa Raharja. Sehinga, korban tidak perlu khawatir memikirkan biaya perawatan,” terang Budi.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, jelang arus mudik lebaran semua angkutan umum seperti bus, kereta api, moda angkutan udara, dan angkutan lain harus laik jalan. Karena itu, sebelum beroperasi semua armada angkutan umum harus dicek.

“Fisik armada angkutan umum harus dicek sebelum dioperasikan. Pastikan bahwa kendaraan laik jalan,” terang Jonan. Kunjungan tersebut untuk memastikan kesiapan stasiun Tugu Jogja dan kereta api yang berangkat dari stasiun tersebut. (mar)