Kontribusi Ndok sangat berpengaruh di tim. Saat lini depan sedang buntu, Ndok mampu membuat celah dan seringkali memecah kebuntuan lewat umpan-umpan matang bahkan juga gol yang dia ciptakan. Dari delapan gol yang dicetak PSS di ajang ISC Seri B 2016, Tri Handoko merupakan top skor sementara dari tim PSS dengan torehan tiga gol.

Ndok memborong dua gol saat PSS menjalani laga derby melawan Persiba Bantul. PSS Unggul 2-1 di pertandingan tersebut. Satu gol lain dicetak ke gawang PS Mojokerto Putra dan berkesudahan dengan skor 3-0.

Priyayi Solo tersebut sangat mengidolakan seorang Lionel Messi dan menjadikannya sebagai panutannya. Menurutnya, dribling pemain Timnas Argentina tersebut sangat luar biasa. Messi bisa melewati hingga lima pemain dengan driblingnya. Selain itu, akurasi tembakannya juga tinggi. Ndok ingin seperti Messi yang lincah dan mampu memperdaya pemain belakang dan kiper.

Pemain kelahiran 1988 ini mengisi waktu senggang di sela-sela latihan dan pertandingan dengan bermain catur. Dia sangat menggemari catur semenjak SMA. Kemampuannya di papan kotak ini diperoleh dari pamannya yang enggan disebutkan namanya.

Ndok sering lupa waktu saat bermain catur. Hampir semua pemain yang diajak bertanding melawannya selalu kalah dengan dirinya. Bahkan, sudah tidak ada yang berani melawan dirinya untuk bermain catur.

“Cuma bisa-bisaan saja, tidak begitu jago. Dulu pas SMA pernah ikut lomba tapi kalah,” katanya sembari menantang catur reporter Radar Jogja. (cr4/dem)

Nama: Tri Handoko
TTL: Surakarta, 1 Juli 1988
Tinggi: 172
Berat: 60
Posisi: Winger
No punggung: 10
Karir:
– SSB Patriot Surakarta
– 2006-2007 – Persis U-23
– 2008-2010 – Persinga Ngawi Divisi Dua
– 2011-2013 – PSS Sleman
– 2013 – Persis Solo LPIS
– 2014 – Persipa Pati (Divisi Satu)
– 2014 – PSIM Jogja
– 2016 – Sekarang PSS Sleman