JOGJA – Harapan masyarakat untuk merasakan suasana trotoar baru di kawasan Malioboro harus ditahan dulu. Sebab, belum semua konsep penataan semi pedestrian bisa rampung saat libur Lebaran. Ubin teraso modern juga baru terpasang sebagian.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIJ Muhammad Mansur mengakui bahwa proyek tersebut tak bisa selesai seratus persen dalam waktu dekat. Apalagi, selama musim libur proyek pedestrian akan dihentikan selama 14 hari. Mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Pada saat itu semua alat kerja termasuk seng penutup akan dipindahkan sementara.

Mansur menjamin sisi timur Malioboro mulai dari depan Hotel Inna Garuda hingga DPRD DIJ tetap bisa dilewati saat libur Lebaran. “Akan dibuka full, meski belum semua dipasang teraso tapi sudah dicor,” katanya kemarin (17/6).

Meski ruas tersebut sudah dibuka dan bisa dilewati, Mansur mengingatkan bahwa sisi timur Malioboro masih dalam proses pengerjaan. Karena itu, dia mengingatkan agar lokasi itu tidak digunakan untuk berjualan pedagang kaki lima. Itu juga berkaitan dengan saluran drainase limbah. “Prinsipnya tidak boleh karena pengerjaan, tapi yang terkait sosial biar UPT (Malioboro) yang menangani,” tuturnya.

Saat ini pengecoran masih dikerjakan hingga Jalan Perwakilan atau di depan DPRD DIJ. Pemasangan teraso baru sampai di depan kantor Dinas Pariwisata.

Eri Purnomo, pelaksanaan lapangan proyek revitalisasi Malioboro, memastikan akan menarik semua peralatan sesuai instruksi pemerintah. “Pengecoran terakhir Selasa (21/6), karena masih ada beberapa titik yang harus ditutup,” jelasnya.

Diakuinya, progres pengerjaan proyek meleset dari target waktu yang direncanakan. Eri beralasan hal itu disebabkan masalah pengadaan bahan dari pihak ketiga. Ada ketidaksesuaian bahan yang dipesan. “Keterlambatan bukan pada pemasangan tapi pengadaanya yang tidak sesuai,” kilahnya.(pra/dem)