KULONPROGO-Hujan deras yang terjadi sejak Sabtu (18/6) sore telah menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Kulonprogo. Bencana banjir melanda tujuh kecamatan di wilayah selatan, sementara longsor melanda lima kecamatan di wilayah utara. Ratusan rumah warga sempat terendam banjir, sementara belasan rumah juga rusak akibat terjangan banjir dan longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Gusdi Hartono menyatakan, 11 kecamatan dari total 12 kecamatan di Kulonprogo terimbas banjir dan longsor.

Tujuh kecamatan yang terkena banjir diantaranya Kecamatan Temon, Wates, Panjatan, Lendah, Sentolo, Galur, dan Pengasih. Sedangkan lima kecamatan yang terkena longsor diantaranya Kecamatan Samigaluh, Girimulyo, Pengasih, Kalibawang, dan Kokap.

“Banjir Alhamdulillah cepat surut, hanya saja genangan-genangan yang ada di rumah-rumah warga menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Harapan satu-satunya semoga hujan dengan intensitas tinggi dan lama tidak terjadi lagi,” katanya, kemarin (19/6).

Dijelaskan, banjir merata di tujuh kecamatan dan sempat merendam ratusan rumah warga dan lahan pertanian. Enam rumah warga juga dilaporkan rusak akibat terjangan banjir, yakni satu rumah di Seling, Desa Kebonrejo (Temon), dua rumah di Kulur (Temon), dan tiga rumah Sukoreno (Sentolo).

Minggu (19/6) siang, banjir masih menggenangi pemukiman warga di beberapa wilayah, diataranya di Krembangan dan Gotakan Kecamatan Panjatan, Siluwok dan Bujidan di Tawangsari (Pengasih), serta di Kaligintung (Temon).

Besarnya banjir juga menyebabkan tanggul jebol dan longsor di beberapa wilayah, diantaranya di Seling Kebonrejo Kecamatan Temon. tanggul sepanjang 15 meter di Bonosoro Gulurejo (Lendah) jebol, dan di Temon Wetan.

Di Girigondo Kaligintung Kecamatan Temon saluran talang beton irigasi juga jebol. Banjir juga sempat menggenangi perkantoran yakni di Dinas Pendidikan dan PDAM di Wates, Puskesmas Samigaluh II, dan Polsek Panjatan.

“Jembatan darurat Sarigono di Pagerharjo Kecamatan Samigaluh juga ambrol sehingga wilayah Separang hingga terisolir,” jelas Gusdi.

Menurut Gusdi, berdasarkan data yang masuk di BPBD Kulonprogo ada di 18 titik longsor yang menyebabkan akses jalan tertutup dan merusak 11 rumah warga. Sejumlah titik longsor yang menutup akses jalan utama tidak bisa dibuka secara manual (kerjabakti).

“Seperti di Purwosari Girimulyo kami sudah berkoordinasi dengan DPU untuk menurunkan alat berat. DPU siap, besok pagi kami menerjunkan alat berat untuk evakuasi di lapangan,” ujarnya.

Musibah pohon tumbang juga terjadi di beberapa titik di wilayah Wates, Kokap, dan Temon. Dua di antaranya menimpa mobil dan rumah warga. Adapun nilai kerugian, masih dalam proses penghitungan dan dimungkinkan masih banyak kejadian yang belum terdata.

Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo saat melakukan pemantauan dilapangan mengungkapkan, Pemkab telah menginventarisai bencana yang terjadi dan telah dilakukan rapat koordinasi untuk langkah-langkah penanganannya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk penanganan yang bersifat darurat maupun permanen karena ada tanggul maupun bangunan rusak itu menjadi kewenangan BBWSSO.

Pemkab juga telah menyalurkan bantuan logistik bagi warga di wilayah yang terkena bencana, terutama di wilayah banjir. “Karena ada genangan yang kami prediksi belum bisa surut hari ini, sehingga warga banyak yang kesulitan untuk memasak, sehingga kami salurkan logistik,” ungkapnya.

Suharinah, warga Pedukuhan Seling, Desa Kebonharjo, Kecamatan Temon mengaku pasrah melihat rumahnya rata dengan tanah, tidak ada lagi yang tersisa kecuali pakaian yang melekat pada tubuhnya.

Rumahnya yang telah ditinggali selama puluhan tahun tersapu banjir, ia tidak menyangka hujan deras itu memicu banjir dan membuat sungai meluap dan menjebol tanggul Seling yang berada persis di sisi rumahnya.

“Saya terpaksa mengungsi ke rumah warga yang aman, belasan rumah juga bernasib sama seperti rumah saya, dihantam banjir jebolnya tanggul. Material tanggul dan lumpur sempat juga masuk ke rumah-rumah warga,” ucapnya. (tom/ong)