JOGJA – Kuota Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD penuh. Hari pertama pendaftaran, Senin (20/6), daya tampung 1.624 bangku sudah penuh. Termasuk satu SD yang baru masuk sistem Real Time Online (RTO).

Ketua PPDB Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja Samiyo menjelaskan, orang tua siswa telah memahami soal sistem RTO. Ini tampak dari pendaftaran yang dilakukan orang tua.

“Mereka mendaftar dan langsung memantau melalui RTO,” kata Samiyo.

Samiyo melanjutkan, saat penutupan berkas pendaftaran administrasi, semua kuota pada dari 24 SD negeri yang masuk RTO sudah terpenuhi.

“SD N Tamansari 1 yang baru RTO saja, dari total daya tampung 56 kursi, semuanya sudah terpenuhi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, untuk PPDB SD sistem RTO berlangsung dua hari sampai Selasa ini (21/6). Pengumuman PPDB SD ini akan dilakukan pada Rabu (22/3). Kemudian, daftar ulang berlangsung selama dua hari, Rabu (22/6) sampai Kamis (23/6).

PPDB SD berbeda dengan SMP dan SMA. Di SD, seleksi berdasarkan usia dan tes wawancara orang tua. “Tolok ukurnya pada usia,” katanya.

Batas usia maksimal yang bisa diterima untuk jenjang SD adalah tujuh sampai 12 tahun pada 18 Juli 2016. Bagi yang berusia di bawah tujuh tahun, tetap diterima. Asalkan, kuota masih tersedia.

“Antara siswa dalam daerah dengan luar daerah juga tidak dibedakan,” katanya.

Untuk memberikan kesempatan lebih bagi siswa dalam daerah, ada penambahan usia 120 hari. Hasil sementara PPDB SD RTO, usia paling tinggi tercatat 8 tahun 5 bulan 26 hari. Sedangkan siswa yang usianya terendah 5 tahun 11 bulan 26 hari.

Samiyo mengatakan, sejak tahun lalu, Disdik Kota Jogja tidak membuka penerimaan kelas Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI) di jenjang SD. Selama tiga tahun terakhir, siswa yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata ditempatkan dalam satu kelas eksklusif di SD Negeri Ungaran.

Kepala Disdik Kota Jogja Edy Heri Suasana menjamin, pelaksanaan PPDB berlangsung transparan. Ini bisa dilihat dari sistem RTO.

“Sistem RTO memudahkan orang tua memantau perkembangan. Semuanya bisa dilihat dari sistem RTO ini,” kata Edy.(eri/hes)