Harnum Kurniawati/Radar Jogja
MENINGKAT: Naiknya pemakaian gas elpiji 3 kg selama Ramadan menjadikan Pertamina menambah kuota 13,5 persen ke sejumlah agen.

MAGELANG – Pertamina menambah kuota 13,5 persen gas elpiji kemasan 3 kg di sejumlah agen. Langkah ini menyusul meningkatnya pemakaian gas melon itu selama Ramadan di Kota Magelang.

Kepala Pusat Koperasi Konsumen (PKK) Bambang Setyawan mengatakan, alokasi tiap bulan di agennya sekitar 76 ribu tabung gas melon. Karena puasa dan menjelang Lebaran, Pertamina menambah kuota 13,5 persen atau sekitar 10 ribu gas melon.

“Mungkin karena banyaknya usaha makanan yang beroperasi, jadi wajar kalau ada penambahan kuota,” ungkap Bambang Minggu (19/6).

Bambang menilai, selama ini tidak ada kelangkaan yang terjadi. Kemungkinan karena suplai harus antre, sehingga jadi sedikit terhambat.

Ya cukuplah untuk kebutuhan masyarakat di kota. Apalagi kami punya 343 pangkalan yang tersebar di Kota Magelang,” jelasnya.

Ia juga menyiapkan 560 gas melon yang akan dibagikan saat pasar murah 27 Juni mendatang. Teknisnya, satu orang hanya boleh mendapatkan satu tabung.

“Nanti akan dilakukan di Alun-Alun dan khusus warga Kota Magelang,” tandasnya.

Salah seorang penjual makanan, Evi Peni, 30 mengaku kesulitan mencari gas melon di Kota Magelang. Padahal satu gas melon hanya bisa digunakan memasak satu hari.

“Itu pun masih kurang. Kadang kalau pesenan banyak seperti sekarang, untuk buka bersama sehari bisa kurang,” kata Evi ditemui di kiosnya Rindam Jaya.

Evi mau merogoh kocek lebih untuk gas melon seharga Rp 20 ribu. Menurutnya, jika menggunakan gas 12 kg juga tidak pas di kantong.

“Kadang saya harus cari di daerah kabupaten dengan harga lebih tinggi lagi,” jelasnya.(nia/hes)