HUJAN deras yang mengguyur wilayah DIJ masih berpotensi terjadi sampai beberapa hari ke depan. Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk tetap waspada terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi dan bantaran sungai. Sebab, cuaca ekstrem tersebut bisa memicu tanah longsor maupun luapan sungai.

Koordinator Pos Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) Jogjakarta Joko Budiono mengatakan, guyuran hujan terjadi merata di hampir sebagian wilayah DIJ. Hal itu berarti tersebar dari Sleman, Jogja, Bantul, Kulonprogo serta Gunungkidul.

“Kepada masyarakat yang berada di dataran tinggi untuk mewaspadai longsor, petir, dan angin kencang. Sementara untuk warga yang tinggal di bantaran sungai agar waspada jika terjadi banjir,” katanya kepada wartawan, kemarin (19/6).

Joko mengatakan, untuk warga pesisir dan nelayan untuk waspada datangnya gelombang tinggi akibat hujan deras dan angin kencang. Sebab, hujan deras juga bisa memicu terjadinya gelombang tinggi. “Bagi masyarakat yang menginginkan informasi mengenai cuaca bisa menghubungi BMKG,” ujarnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Meteorologi, BMKG Yunus Swarinoto mengatakan, potensi hujan deras di Indonesia disebabkan beberapa hal. Antara lain hangatnya suhu muka laut di atas normal yang terjadi di perairan Indonesia barat. Selain itu, masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia di maritim kontinen Indonesia. Serta lemahnya aliran masa udara dingin dari Autralia di wilayah Indonesia.

“Selain itu dengan adanya daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah Sumatera dan Kalimantan mengakibatkan kondisi atmosfer menjadi tidak stabil sehingga meningkatkan potensi petir dan angin kencang,” paparnya.

Dari kondisi tersebut beberapa wilayah di Indonesia diperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas lebat dalam beberapa hari ini. Diprediksi terjadi di Pulau Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan dan Lampung. Sedangkan di Pulau Jawa merata dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIJ sampai Jawa Timur. Ditambah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, KalimantanUtara, Maluku dan Papua.

“Potensi bencana yang perlu diwaspadai antara lain banjir bandang, tanah longsor, genangan dan pohon tumbang. Serta bagi operator jasa transportasi laut juga dapat mewaspadai potensi hujan lebat dan gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di perairan selatan Sumatera, Jawa hingga Bali-NTT,” ungkapnya. (riz/ila/ong)

Operator Jasa Transportasi Laut Diimbau Waspada