ABRAHAM GENTA BUWANA/RADAR JOGJA
BERLATIH KERAS: Allenatore PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengawasi anak asuhnya saat menjalani latihan di Stadion Sultan Agung (SSA) beberapa waktu lalu. Saat ini dia fokus untuk mengasah kolektifitas tim.
JOGJA—Jeda libur puasa dan lebaran ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) Seri B dimanfaatkan Allenatore PSIM Jogja Erwan Hendarwanto untuk mengasah kolektifitas tim. Program ini dirasa penting, mengingat libur lebih dari satu bulan itu dikhawatirkan bisa memengaruhi performa skuadnya ketika kembali melakoni jadwal pertandingan.

Hal itu sempat terlihat pada awal-awal turnamen. Persiapan yang mepet membuat Johan Arga dan kawan-kawan sering kedodoran dalam membangun kolektifitas tim. “Seharusnya mereka bermain secara tim, bukan lagi individu,” katanya, kemarin.

Selain mengisi hari-hari dengan jadwal latihan fitnes dan latihan teknik, Erwan bersama manajemen juga menjadwalkan tanding uji coba dengan tim lokal. Salah satunya dengan menyambangi klub Seta Muda, Kretek, Bantul. “Uji coba seperti ini diperlukan. Terutama untuk menjaga kolektifitas tim, yang terbukti mereka semakin solid di lapangan,” tuturnya.

Hasil akhirnya juga terbilang fantastis, yakni 8-1. Namun bukan itu pencapaian kuantitas gol yang diinginkan mantan pelatih Tunas Jogja ini. Tapi, dari hasil tersebut, punggawa Pangeran Biru sudah lebih baik dalam penyelesaian kahir atau finishing touch. “Finishing touch juga terlihat semakin membaik, meskipun kualitas lawan di bawah kami,” jelasnya.

Pada laga uji coba tersebut, Erwan mencoba mengolaborasikan beberapa pemain guna membangun chemistry. Sekaligus memberi kesempatan bagi beberapa pemain yang masih duduk di bangku cadangan untuk menunjukan kualitasnya. Namun tidak semua pemain bisa diturunkan.Mmisalnya kiper muda Tito Rama yang belum pulih total dari cedera bahunya. “Tito belum kami mainkan, agar benar-benar seratus persen pulih dulu,” tandasnya.(dya/dem)