Gunawan / Radar Jogja Online
LUMPUH – Setelah genangan air mulai surut, setiap sudut bangunan SMKN 1 Tanjungsari, terlihat porak poranda kemarin (20/6)
JOGJA – Banjir yang melanda sebagian wilayah DIJ cukup mengguncang dunia pendidikan di Kulonprogo dan Gunungkidul. Beberapa bangunan sekolah rusak. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar lumpuh total. Pelajar dan guru disibukkan gotong royong menyelamatkan sarana sekolah. Misalnya, di SMKN 1 Tanjungsari, Gunungkidul dan SDN Banasara, Lendah, Kulonprogo.

Di Tanjungsari, genangan air merata di kompleks sekolahan. Meski tidak setinggi Minggu (19/6), penghuni sekolah tak bisa leluasa bergerak. Sementara, genangan air yang mulai surut di beberpa lokasi meninggalkan persoalan lain. Lumpur menggunung di semua ruangan sekolah. Pemkab Gunungkidul belum bisa melakukan normalisasi kawasan sebelum genangan air benar-benar mongering.

“Kalau sudah surut baru dibersihkan. Disemprot dulu lumpurnya,” ungkapKepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo kemarin (20/6). Budhi belum bisa menaksir angka kerugian pihak sekolah.

Budhi hanya bisa usul agar penanganan bencana banjir dikonsep jangka panjang. Dia berharap pemkab membangun bendungan atau embung di kawasan perbukitan. Dia meyakini, embung bisa meminimalisasi krisis banjir yang sering melanda Gunungkidul. “Jika embung tak bisa jadi solusi alternatif, ya, pindah gedung sekolah ke tempat lebih aman,” usulnya.

Meski kondisi banjir cukup parah, Budhi menilai bencana itu belum berpengaruh pada tingkat kesehatan masyarakat. Alasannya, lokasi banjir hanya di lingkungan sekolah. Tidak menimpa rumah warga.

Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul M.Dody Wijaya justru mendorong agar pemerintah merelokasi gedung sekolah dan sarana pendidikan yang rawan terdampak bencana.

“Kalau membangun embung hanya untuk menghindarkan banjir tentu biayanya sangat besar. Itu juga belum tentu menyelesaikan masalah. Lebih baik relokasi gedung sekolah ke tempat aman dan lebih representatif,” ujarnya.

Ketua DPRD Gunungkidul Suharno turut mendorong upaya relokasi SMKN 1 Tanjungsari. Setidaknya, dipindah ke Wonosari. Selain solusi aman dari banjir, langkah tersebut diyakini bisa menumbuhkan minat masyarakat mendaftar sekolah di sekolah tersebut. “Dulu juga sempat berada di Logandeng, Playen. Kegiatan belajar mengajar berjalan lancar juga,” ucap politisi PDIP ini. (gun/yog/ong)