JOGJA-Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mampir ke balai kota, usai berkunjung ke Purworejo, tadi (22/6) siang. Nila berkunjung ke balai kota ini untuk mengecek kesiapan National Command Center (NCC), sebuah program kesiapsiagaan kedaruratan secara nasional.

Saat mengunjungi sebuah ruang nyempil, di antara garasi kendaraan pemadam kebakaran ini, Nila malah kaget. Sebab, Pemkot Jogja malah sudah memiliki program yang menggunakan kode angka 119 tersebut. Bahkan, sudah sejak 2008, kesiapsiagaan kedaruratan yang bernama Yogya Emergency Service (YES) 118 tersebut berjalan.

“Di Kota Jogja sudah bekerja dengan baik. Di sini, malah memberikan pelayanan satu hari gratis dengan biaya dari APBD Kota Jogja,” ujar Nila, yang berkunjung bersama dengan tim dari Kementrian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DIJ.

Tak hanya memberikan satu hari layanan gratis. YES 118 yang nantinya akan berganti menjadi Program Safety Center (PSC) tersebut juga malah jauh lebih maju. Di Kota Jogja sudah berkoordinasi dengan 10 rumah sakit.

“Ini nanti akan dihubungkan dengan NSC. Jadi prinsipnya, jika selama ini masih menggunakan kode daerah (118), nanti mulai 1 Juli sudah menggunakan nomer yang sama secara nasional 119,” jelasnya.

Untuk PSC, lanjut Nila, sudah ada 27 daerah yang sudah siap untuk melaksanakan. Di 27 daerah ini nanti, no kodenya semua menggunakan 119. Di no kode ini, semua alat komunikasi baik telepon maupun handphone bisa mengakses.

“No ini gratis,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Fita Yulia Kisworini mengatakan, dengan adanya program NCC itu, pihaknya sudah sangat siap. Apalagi, selama ini, program YES 118 sudah berjalan lebih dari lima tahun.

“Ke depan bisa berjalan di seluruh DIJ. Sekarang ini, DIJ baru berkoordinasi dengan kabupaten lain agar 119 bisa berjalan,” tambahnya.

Selama belum ada campur tangan Pemprov DIJ, lanjut Fita, 119 tersebut tetap tak bisa ke luar wilayah Kota Jogja. Pihaknya hanya bisa melayani selama TKP masuk Kota Jogja. “Meski KTP-nya dari luar negeri, bukan Kota Jogja tidak masalah. Hanya, TKP-nya yang harus Kota Jogja,” jelasnya. (eri)