HARNUM KURNIAWATI/RADAR JOGJA
BERKAH RAMADAN: Mbah Ro sedang membereskan barang di rumahnya. Berkat bantuan netizen, Mbah Ro bisa memperbaiki rumah berukuran 3×3 meter miliknya.

Sempat Heboh di Medsos, Bantuan Netizen Mengalir Deras

Rohani, 90, nenek penjual bawang lanang dan kemiri di emperan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Magelang, yang sempat menggemparkan netizen akhirnya kebanjiran bantuan. Itu setelah seorang pengguna Facebook menggunggah fotonya sedang membaca Alquran di sela menungu pembeli.

HARNUM KURNIAWATI, Magelang
TALI ASIH berjumlah Rp 22.358.380 dari para netizen yang terkumpul melalui rekening Nur Santo, pengunggah foto, telah diserahkan ke Mbah Rohani, kemarin (21/6). Penyaluran bantuan disaksikan tokoh masyarakat dan Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat.

Selain donasi dari netizen, beberapa orang dari daerah lain juga berdatangan. Mereka memberikan bantuan untuk Mbah Ro, sapaan akrabnya. Jumlahnya mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah.

“Semoga yang memberikan bantuan diberikan pahala yang berlipat sama Gusti Allah, dan semakin lancar rezekinya,” kata Mbah Ro sambil menahan air matanya.

Dengan uang bantuan itu, Mbah Ro berencana merenovasi rumah berukuran 3×3 meter miliknya. Ya, berkat bantuan dari banyak orang, penjual bawang lanang dan kemiri ini akhirnya bisa mewujudkan keinginannya tersebut.

“Sudah lama ingin memperbaiki rumah, tapi tidak bisa. Alhamdulillah sekarang bisa,” ungkapnya yang mengaku sudah sejak kecil berjualan di pasar.

Sebelumnya, kisah Mbah Ro ini juga pernah dimuat di Radar Jogja pada tanggal 15 Juni lalu. Kala itu, dia sempat menghebohkan dunia maya setelah fotonya diunggah di media sosial (medsos). Kala itu, dia duduk menjual dagangannya di emperan toko oleh-oleh di Kota Magelang sembari membaca Alquran.

Oleh salah seorang warga, aktivitas Mbah Ro itu diabadikan lewat kamera. Tak disangka, banyak netizen yang meresponsnya. Dari foto Mbah Ro itu, banyak orang akhirnya menyadari betapa pentingnya keseimbangan dunia dan akhirat. Dari foto itu pula, banyak yang tergerak hatinya untuk ikut meringankan beban masa tua Mbah Ro.

Si penggungah foto Mbah Ro, Nur Santo, 48, warga Kopeng, Kabupaten Semarang ini merasa tergugah melihat Mbah Ro yang sudah sepuh namun tetap semangat berjualan. Nur juga merasa terharu dengan gerakan kepedulian dari netizen. Sebab, Nur tak menyangka, foto jepretannya direspons positif. Padahal, niat awal foto itu hanya untuk koleksi pribadi.

“Besar donasi yang sudah terkumpul ini digunakan untuk membeli peralatan dapur, meja, kursi, kasur, membetulkan atap, pasang air bersih, dan pemasangan listrik,” ujar Nur yang mempunyai hobi fotografi itu.

Nur mengungkapkan, selama ini, Mbah Ro hidup di rumah kecil yang pengap. Penerangan juga hanya dari satu buah lampu berwarna kuning. Dia hidup sendiri, sedangkan anak-anaknya sudah mempunyai rumah sendiri.

“Jaringan listrik dan air juga bantuan dari tetangga. Sehingga, Mbah Ro ingin pasang sendiri,” jelas Nur yang juga sering diudang sebagai juri ajang foto tingkat nasional itu.

Sisa bantuan untuk renovasi rumah, lanjut Nur, akan dititipkan kepada RT setempat. Langkah ini diambil demi keamanan dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Juga menghindari penggunaan uang yang tidak terkontrol.

“Jika Mbah Ro ingin menggunakan uang, bisa mengghubungi ketua RT dan tokoh masyarakat yang sudah ditunjuk,” ujarnya.

Tetangga sebelah rumah Mbah Ro, Ratna Teguh, 59, menilai Mbah Ro adalah orang yang sederhana dan penyayang. Mbah Ro juga tidak lupa untuk salat berjamaah di masjid. Bahkan, dari rumahnya sering terdengar suara Mbah Ro yang tengah mengaji.

“Beliau juga rajin ibadah, dan bagus kemasyarakatannnya,” tutur Ratna yang rumahnya berjarak dua meter dari rumah Mbah Ro ini. (ila/ong)