HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
BELAJAR JUJUR: Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dan Kajari Kulonprogo Edwin Kalapangan serta perwakilan CSR dari PDAM dan PD Bank Pasar saat meresmikan dan melihat langsung Kantin Kejujuran SMPN 1 Wates, kemarin (21/6)
KULONPROGO-Kantin kejujuran hadir di SMPN 1 Wates dan diresmikan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo kemarin (21/6). Selain sebagai tempat belajar berwirausaha, Kejaksanaan Negeri Wates berharap kantin ini menjadi bagian upaya membentuk kesadaran hukum sejak usia sekolah.

Kepala Kejaksaan Negeri Kulonprogo Edwin Kalampangan mengatakan, kantin kejujuran ini sangat baik untuk meningkatkan kesadaran hokum bagi masyarakat. “Siswa merupakan bagian dari masyarakat. Secara otomatis kantin kejujuran ini juga masuk dalam program pemerintah dalam membangun karakter bangsa. Khususnya kepada generasi muda untuk berlatih jujur,” katanya.

Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk paham dan mengeri hokum. Sehingga tahu hak dan kewajiban. Ia mengaku prihatin dengan banyaknya kasus hukum yang melibatkan anak di bawah umur. Tidak hanya di kota besar, namun kasus hukum yang melibatkan pelajar juga terjadi di Kulonprogo.

Pemerintah, telah menggelorakan nawacita sebagai bangun membangun bangsa. Revolusi, integritas dengan semangat gotong royong terus dilakukan. Hal ini bisa diimplementasian para pelajar SMP N 1 Wates dengan membeli, membayar sendiri, mencari kembalian dan mencatat di kantin kejujuran. “Mulailah jujur dari diri sendiri,” ujarnya.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyatakan, membangun karakter sejak dini sangatlah penting. Melalui kantin kejujuran ini semua berlatih. Sebab di antara puluhan orang pasti akan ada satu dua yang memiliki bakat error. Namun dengan terbiasa jujur, gentleman, akan mewujudkan generas muda yang bertangungjawab. “Jujur ini tidak hanya saat bayar di kantin. Begitu juga dengan ulangan tidak boleh ngepek (menyontek),” ucap Hasto.

Kepala SMPN 1 Wates Erni Etik Suyanti mengatakan, kantin kejujuran ini sangat positif karena sesuai dengan visi sekolah mewujudkan lulusan yang beriman, berbudaya, mampu berkometisi di era global. “Nah keimanan ini kan percaya kepada Tuhan, berarti kita harus melakukan apapun secara jujur. Termasuk dalam kantin kejujuran ini,” katanya.

SMPN 1 Wates memiliki 20 kelas terdiri dari siswa 565 siswa. Setiap hari kantin ini akan dikelola para pengurus OSIS. Pelajar yang membeli akan membayar, mencari kembalian dan mencatat transaksi belanjanya sendiri. “Embrio kantin ini sebetulnya sudah kami ujicobakan sebelumnya. Dan kali ini kami aplikasikan,” katanya.

Salah satu siswa Y Pamuko Aji, 13, siswa VII C SMP N 1 Wates mengungkapkan, kantin kejujuran ini unik dan baik untuk mengetes kejujuran setiap siswa. Secara teknis siapa saja yang beli bayar sendiri, jika ada sisa ambil kelebihannya sendiri dan semua dicatat sendiri. “Secara tidak langsung kejujuran akan dipertanggungjawabkan kepada diri sendiri dan Tuhan. Ini bisa melatih kejujuran kami,” ucapnya. (tom/din/ong)