PURWOREJO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo merilis jumlah kerugian yang ditimbulkan dalam bencana banjir/longsor di Purworejo pada Sabtu (16/6) mencapai Rp 15.767.000.000. Total nilai kerusakan terperinci untuk rumah mencapai Rp 4.140.000.000 dan infrastruktur mencapai 11.627.000.000.

“Nilai itu diperoleh dari hasil pertemuan antara camat dan kepala desa terdampak yang diadakan di Kantor BPBD Purworejo, Selasa (21/6) malam,” kata Kepala Pelaksana BPBD Purworejo, Boedi Hardjono, kemarin (22/6).

Dikatakan Boedi, dalam pertemuan itu pihaknya melakukan klarifikasi dan menyamakan data antara data yang dimiliki BPBD dan data yang ada di desa dan kecamatan.

“Selain klarifikasi data, kita juga mencocokkan nama-nama korban yang dalam data BPBD masih nama pendek. Tapi dari desa ada beberapa yang belum bisa menyebutkan lengkapnya,” imbuh Boedi.

Dari hasil pertemuan, diketahui rumah rusak akibat bencana banjir dan longsor mencapai 144 rumah. Kerusakan berat menimpa 64 rumah, 38 rusak sedang dan 42 rumah rusak ringan.

“Total kerugian rusak berat mencapai Rp 2.560.000.000, rusak sedang Rp 950.000.000 dan rusak ringan Rp 630.000.000,” ungkap Boedi.

Rumah rusak berat paling banyak terdapat di Desa Sidomulyo Kecamatan Purworejo sebanyak 23 rumah dan Jelok Kecamatan Kaligesing sebanyak 17 rumah. Adapun rumah di Donorati yang mengalami rusak berat ada 9 dan Karangrejo Caok 3 rumah.

“Total desa yang ada kerusakan rumah ada 28 desa,” imbuh Boedi.

Sedangkan infrastruktur rusak tersebar di 6 kecamatan, masing-masing Loano, Gebang, Bayan, Ngombol, Pituruh dan Bagelen. Kecamatan paling banyak mengalami kerugian infrastruktur adalah Kecamatan Bayan yang mencapai Rp 3.485.000.000.

Boedi Hardjono mengatakan angka yang ada belum final dan masih mungkin bertambah. (udi/ong)