JOGJA – Sebanyak 32 guru TK ABA di Jogjakarta mendapatkan insentif dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Pemberian insentif sebesar Rp 400 juta tersebut sebagai bentuk penghargaan para guru yang telah mengabdikan dirinya dilingkungan lembaga pendidikan Muhammadiyah. Apalagi, para guru itu telah menularkan ilmunya kepada generasi muda Indonesia.

“Semoga insentif ini dapat meringankan beban guru dan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Rektor UAD, Kasiyarno disela-sela penyerahan insentif pada acara Pengajian Ramadan 1437 H bertema masa depan Muhammadiyah: penguatan peran sosial politik dan kemandirian ekonomi oleh PWM DIJ di kampus UAD beberapa waktu lalu.

Menurut Kasiyarno, pemberian insentif ini dilakukan setiap tahun pada bulan Ramadan. Karena keterbatasan anggaran, pemberian insentif diberikan secara bergiliran diantara para guru TK ABA yang ada di Jogjakarta. “Nama-nama guru TK ABA yang mendapatkan insentif dari UAD ini atas usulan pengurus Aisyiyah di masing-masing kecamatan dan kabupaten di Jogjakarta,” terang Kasiyarno.

Selain penyerahan insentif, PW Muhammadiyah DIJ menyerahkan sertifikat kepada sekolah Muhammadiyah yang berhasil mengantarkan siswanya meraih nilai ujian terbaik se-Jogjakarta. Para siswa yang mendapatkan NEM 300 yaitu siswa asal SD Muhammadiyah yaitu 4 siswa, SD Muhammadiyah Suronatan yaitu 1 satu siswa, dan SD Muhammadiyah Nitikan yaitu 1 siswa. (mar/ong)