PURWOREJO – Sehari setelah terjadinya bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah, Bupati Purworejo Agus Bastian menetapkan status darurat bencana tanah longsor, Minggu (19/6). Fokus penanganan dialokasikan untuk penanganan bencana longsor di lima desa yang berakibat munculnya korban jiwa.

“Pernyataan status Tanggap Darurat Bencana sudah kami SK-kan untuk tanggap 30 hari terhitung mulai tanggal 19 Juni hingga 18 Juli 2016,” kata Bupati Agus Bastian saat memberikan paparan di hadapan rombongan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Pringgitan Rumah Dinas Bupati, kemarin (21/6).

Pihaknya juga menindaklanjuti dengan mendirikan Posko Siaga tingkat Kabupaten di Kantor BPBD Purworejo dan posko lapangan dan dapur umum di Dusun Caok Desa Karangrejo, Kecamatan Loano dan Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing.

“Koordinasi juga telah kita lakukan pada tanggal 19 Juni lalu di tingkat Forum Pimpinan Daerah dan seluruh SKPD untuk sinergitas penanganan bencana,” imbuh Bupati.

Beberapa kegiatan yang dilakukan sejak terjadinya bencana adalah evakuasi dan pencarian korban di bawah koordinasi Search Rescue Commander (SRC) Dandim 0708 Purworejo didukung seluruh komponen stekeholer terkait, SKPD, TNI/Polri, BASARNAS, PMI, Kelompok Relawan termasuk bantuan dari instansi atau kelompok kabupaten sekitar.

“Assesmen atau kegiatan untuk dampak bencana kita adakan dengan melakukan perhitungan dammage and losses assesment (DaLA) untuk prasarana dan infrastruktur akibat bencana untuk perencanan pasca bencana,” katanya.

Bupati berharap kegiatan pencarian korban bencana, utamanya longsor di Purworejo memberi hasil maksimal dimana seluruh korban bisa ditemukan. (udi/ong)