Budi Agung/Radar Jogja Online
JEMUR BUKU : Guru SMPIT Ulul Albab Bayan Purworejo menjemur buku-buku pelajaran yang terendam air.
PURWOREJO – Fokus penanganan bencana longsor, masyarakat yang terdampak bencana banjir lepas dari pantauan. Hingga kemarin, (22/6), masyarakat desa di Kecamatan Bayan belum mendapatkan bantuan layak dari pemerintah.

“Dari hari Minggu sampai kemarin (Selasa,red), kami hanya mendapat nasi bungkus setiap pagi dan sore. Bantuan beras baru diterima tadi,” kata Abu Ali Maskuri, warga Desa Kradenan, Kecamatan Bayan, Purworejo, kemarin (22/6).

Pemberian nasi bungkus, menurut Ali, disesuikan dengan waktu sahur dan buka. Bantuan itu juga berasal dari lembaga atau pihak-pihak ketiga, sedangkankan dari Pemkab dirinya mengaku belum pernah menerima.

“Tampaknya belum ada dari pemerintah, hanya dari lembaga saja,” imbuh Abu.

Dikatakan, banjir yang melanda rumahnya cukup tinggi, di dalam rumah setinggi dada orang biasa. Banyak benda berharga dalam rumah terendam karwna tidak sempat diselamatkan.

“Termasuk juga gabah dan beras. Semuanya terendam air. Padahal gabahnya sudah siap giling,” imbuh Abu.

Kondisi serupa dialami Tejo Khusnudin yang rumahnya berada tepat di sisi timur sungai. Terganjal jembatan yang lebih tinggi dari jalan raya, rumah Tejo menjadi pintu keluar air dan memasuki pemukiman.

“Airnya sangat deras dan menenggelamkan banyak barang. Untungnya beras bisa kami selamatkan, jadi saya tetap punya sediaan beras,” ujar Tejo.

Sementara itu, dari Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, banjir telah menenggelamkan hampir seluruh areal baik pemukiman dan persawahan. Ketinggian air mencapai 2 meter.

“Banjir kali ini menjadi yang terparah. Hampir 90 persen wilayah tergenang air,” kata Kepala Desa Tangkisan Muhammad Taufiq.

Banjir juga memakan korban jiwa atas nama Rukiyah,80, dan dari pendataan desa sebanyak 47 ekor kambing mati, begitupun dengan 2 ekor sapi dan 450 ekor unggas. Ditambah 6,5 ton gabah dan 1,2 ton beras siap jual terendam.

“Bantuan yang sudah kami terima dari kecamatan Bayan, Koramil, Kodim dan Polres serta pihak ketiga,” katanya.

Dari Pemerintah Kecamatan Bayan, diperoleh keterangan, banjir yang terjadi Sabtu (18/6) malam berdampak terhadap 13 desa dari 24 desa/kelurahan di Bayan.

“Paling parah di Krandegan, Pogung Kalangan dan Tangkisan,” kata Sekretaris Kecamatan Bagas Adi Karyanto.

Dikatakan akibat dari banjir telah dilakukan pendataan dan dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo.

Anggota DPRD Purworejo dari Fraksi PKS, Thohari mengatakan dari sejarah yang ada Pemkab selalu lamban dalam melakukan penanganan dan kalah sigap dibanding masyarakat. (udi/ong)