JOGJA – Hari ini (24/6) menjadi hari terakhir pengembalian formulir untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA dan SMK. Seperti tahun-tahun sebelumnya, PPDB hari terakhir bakal ramai di sejumlah sekolah favorit di Kota Jogja. Diprediksi terjadi bom-boman nilai.

Apalagi, kondisi di hari kedua pendaftaran kemarin (23/6) masih sepi. Itu tak berbeda jauh pada pendaftaran di hari pertama lalu. Di sejumlah favorit maupun sekolah pilihan kedua, kuotanya belum terpenuhi.

Ambil contoh di SMAN 1 dan SMAN 3, yang merupakan sekolah favorit, di sana pendaftaran masih sepi. Berdasarkan pantauan di website yogya.siap-ppdb.com Kamis (23/6) sampai pukul 15.00 di SMAN 1 Jogja baru terisi 246. Padahal kuota di SMA Teladan itu mencapai 280 kursi. Artinya, masih tersisa 34 kursi. Kondisi yang hampir sama terlihat di SMAN 3 Jogja, dari kuota 279 kursi baru terisi 213 pendaftar.

Sementara itu, dari sebelas SMA negeri di Kota Jogja, hanya SMAN 8 saja yang kuotanya telah terpenuhi, yakni 248 kursi. Ini berarti, pendaftar di sekolah tersebut sudah ada yang terlempar di pilihan kedua.

Ketua PPDB Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja Samiyo menjelaskan, hari terakhir bakal dimanfaatkan banyak orang tua siswa untuk mendaftarkan anaknya. Ini akan membuat bom-boman nilai di semua sekolah.

“Orang tua yang memiliki nilai rata-rata di atasnya sedikit atau di bawahnya sedikit, akan banyak yang memasukkan formulir hari ini,” kata Samiyo kemarin.

Prediksi itu bisa saja terjadi jika melihat perkembangan nilai hari kedua kemarin yang memang ada peningkatan. Di SMAN 1, pemilik nilai tinggi sudah banyak yang menyerahkan formulir. Ini terlihat dari rata-rata nilai yang mengalami kenaikan dari hari pertama. Pada hari pertama, rata-rata nilai di sekolah tersebut mencapai 379,78. Sedangkan hari kedua naik menjadi 380,13.

Hal berbeda terjadi di SMA lain. Misalnya di SMAN 2, pemilik nilai di bawah rata-rata hari pertama yakni 369,12 sudah banyak yang telah memasukkan formulir. Itu membuat rata-rata nilai mengalami penurunan. Pada hari kedua, rata-rata nilai di SMAN 2 mencapai 368,47.

Hal yang sama juga terjadi di SMAN 3. Sekolah yang kerap disebut Padmanaba itu turun rata-rata nilainya. Dari 382,66 di hari pertama menjadi 380,86 pada hari kedua. Ini berarti, pemilik nilai di bawah 382,66 hari kedua mulai berani memasukkan formulir.

Jika hal tersebut terjadi, kata dia, bakal terjadi seperti di SMAN 8 pada hari kedua kemarin. Siswa yang nilainya pas-pasan, bakal terlempar ke pilihan kedua. Sebab, pemilik nilai tinggi mendesak pemilik nilai terendah. “Akan ramai di hari terakhir,” tandasnya.

Samiyo berharap, pada hari terakhir benar-benar dimanfaatkan siswa maupun orang tua dengan bijak. Agar mereka tetap bisa diterima di SMA negeri. “Karena memang pergerakannya akan sangat dinamis di hari terakhir,” jelasnya.

Sekretaris Disdik Kota Jogja Budi Santosa Asrori menegaskan, dengan sistem Real Time Online (RTO) ini orang tua dan siswa bisa memanfaatkan informasi. Mereka juga bisa memantau perkembangannya dengan baik. “Bisa diakses dengan cepat juga,” katanya. (eri/ila/ong)

Baru SMAN 8 yang Kuotanya Terpenuhi