JOGJA – Seorang mahasiswa S2 perguruan tinggi swasta, TB, 29; dan temannya FN, 22, ditangkap oleh jajaran Reserse Narkoba Polresta Jogjakarta setelah terbukti mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Keduanya digerebek di tempat tinggalnya di Karangnangka Maguwo Depok, Rabu (22/6) sekitar pukul 08.00.

Kasat Narkoba Polresta Jogjakarta Kompol Sugeng Riyadi mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat kepada polisi. Sebelumnya polisi juga sudah mengintai tersangka selama tiga hari.

“Kita mendapat info dari warga, setelah kita yakini tersangka ada di dalam rumah, kemudian kita tangkap,” katanya kepada wartawan di Mapolresta Jogjakarta, kemarin.

Saat digeledah, polisi menemukan barang bukti satu klip kecil sabu sisa yang sebelumnya telah digunakan kedua tersangka. Dua buah bong kaca (alat hisap sabu), pipet/selang plastik dan 10 buah korek gas. “Semua itu disimpan di boks di atas lemari. Dua-duanya pemakai dan dari hasil tes, positif sabu,” ujarnya.

Dari pengakuan tersangka TB, barang didapat dengan cara mentransfer uang sebanyak Rp 1,4 juta kepada pengedarnya. Hasilnya ia mendapat sabu seberat satu gram. Ia memesan kepada pengedar dengan melihat barangnya di akun media sosial Instagram. Termasuk juga bong yang digunakan juga dipesan di Instagram.

Barang kemudian dikirim ke sebuah alamat di Magelang, Jawa Tengah. Setelah didapat barang tersebut dikonsumsi di rumah orang tua salah satu tersangka. “Dua-duanya pemakai, tapi tersangka satu (TB) yang mengajak tersangka dua (FN) dan dia tidak mengeluarkan biaya,” ungkapnya.

Kompol Sugeng juga mengatakan, dari pengakuan tersangka TB, yang bersangkutan baru saja keluar dari penjara. Dia ditangkap pada awal 2016 karena kasus narkoba. Kasusnya ditangani Polda DIJ dan divonis 7 bulan. Tersangka sudah menjalani 5,5 bulan dan mendapat potongan masa tahanan. “Awal Juni dia keluar, tapi sekarang ketangkap lagi. Bukannya sembuh, tapi malah diulang lagi,” paparnya.

Tersangka dikenakan pasal 112 (1) Jo 127 (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang pemberantasan narkoba. Kedua tersangka akan diajukan untuk menjalani rehabilitasi karena barang bukti di bawah satu gram dan diketahui bukan termasuk jaringan pengedar. “Kita berkewajiban untuk nanti diajukan menjalani rehabilitasi,” tandasnya. (riz/dem)