JOGJA – Heri Yulianto,44, harus berurusan dengan kepolisian setelah ulahnya melakukan penipuan terbongkar. Warga Perum Green Ambarukmo Valle Blok 3A Kelurahan Surowajan Baru, Banguntapan, itu menipu korbannya dengan mengaku dapat menjanjikan masuk anggota TNI tanpa tes.

Dari hasil memperdaya korbannya, dia meraup Rp 170 juta. Untuk meyakinkan korbannya, Heri mengaku sebagai TNI AL berpangkat Letnan Satu (Marinir) dari Angkatan Laut Resimen Bantuan Tempur Marinir Karangpilang Surabaya. Korban dari tipu daya Heri adalah Tasmuji, warga Muja-Muju Umbulharjo, Kota Jogja.

Komandan Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut (Dandenpomal) Lanal Jogjakarta Mayor Laut PM Yasir Fadli membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya mengakui mendapat laporan itu dan menegaskan jika pelaku adalah warga sipil dan bukan anggota TNI apalagi Marinir. Heri ditangkap polisi Selasa dini hari (21/6) di tempat parkir restoran cepat saji di Jombor, Sleman. “Saat diinterograsi dia mengaku-aku sebagai anggota TNI. Dari catatan kami memang tidak ada marinir yang bernama dia,” katanya kemarin (23/6).

Aksi penipuan itu terjadi Agustus 2015 silam. Sebelumnya korban Tasmuji ditawari rekannya bernama Selir Sudaryanto yang menyebut kalau dia memiliki teman yang bisa membawa putra korban mendaftar sebagai Calon Perwira Karier TNI AL dan dijamin lulus.

Kemudian Selir Sudaryanto membawa Tasmuji ke rumah pelaku di daerah Banguntapan Bantul. Pelaku berjanji akan menjadikan putra korban sebagai perwira karier TNI AL. Guna memuluskan penerimaan itu, korban diharuskan menyerahkan mahar Rp 170 juta dan disanggupi menyetorkannya dalam lima kali transfer. Namun setelah mentransfer, nomor telpon pelaku sudah tidak aktif lagi. Korban pun menyadari telah tertipu dan langsung melapor ke Polresta Jogjakarta.

Kepada petugas, tersangka mengatakan setelah menerima uang Rp 170 juta, dia langsung ke Jakarta menemui seorang oknum Perwira TNI AL berpangkat kolonel dan menyerahkan uang Rp 125 juta. Sisanya Rp 45 juta habis digunakan untuk biaya tranportasi dan keperluan pribadi. Namun keterangan berbeda diungkapkan tersangka kepada petugas Lanal Jogjakarta.

“Saat kami tanya apa yang dikatakannya soal setoran ke oknum perwira di Jakarta juga tidak benar. Semua dilakukan untuk memudahkannya melakukan aksi penipuan. Dia mengaku marinir guna melakukan penipuan percaloan agar berjalan lancar,” jelasnya.

Menilik kejadian ini, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan hal-hal atau iming-iming dari orang yang mengaku oknum TNI. “Hal yang seperti itu jelas penipuan. Sebab tes penerimaan anggota TNI saat ini transparan dan tidak ada titip-titipan,” tandasnya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita enam buah butir peluru FN dan tiga buah KTP atas nama Heri Yulianto. Kasus ini masih dalam penyidikan Polresta Jogjakarta. (riz/din/ong)