Berasal dari Pangkal Pinang membuat dirinya tidak memiliki banyak kegiatan di luar sepak bola di Kota Jogja. Dirinya mengaku harus fokus untuk memberikan yang terbaik bagi tim yang dia bela. Dia selalu berusaha menjaga kondisiya tetap fit agar bisa tampil optimal di setiap laga.

Untuk menjaga fisik tetap prima, Risky selalu mengatur waktu untuk beristirahat usai pertandingan ataupun latihan. Selain itu, dia selalu mengonsumsi vitamin untuk menjaga kebugaran tubuhnya.

“Kalau di bulan puasa ini sering bangun lebih siang karena harus istirahat dengan cukup biar tetap bugar. Juga harus memperhatikan pola makan dan menambah vitamin,” kata pemilik nomor punggung 14 ini.

Untuk mengisi waktu luang, biasanya Risky menghabiskan waktu untuk jalan-jalan ke mal dan menonton film di bioskop. Dia juga menyukai kegiatan memancing. Menurutnya, memancing adalah kegiatan untuk melatih kesabaran. Apalagi bagi seorang striker seperti dirinya yang seringkali menjadi sasaran provokasi pemain lawan. Memancing bisa mengajarkan dirinya untuk tetap bersabar.

“Biasanya kalau pulang ke Pangkal Pinang sering menghabiskan waktu buat jalan-jalan sama keluarga dan pergi mancing sembari melatih kesabaran,” ujarnya.

Risky menyadari sebagai pemain bola yang jauh dari kampung halaman membuat waktunya tersita untuk tim ketimbang keluarga. Jadwal latihan dan kompetisi yang sedikit padat membuat dirinya tidak bisa bolak-balik Jogja-Pangkal Pinang.

“Selain karena jarak, kalau mau balik ke rumah membutuhkan tenaga dan biaya yang banyak,” tegasnya.

Inspirasi film Captain Tsubasa masih terus menjadi mimpi Risky yang saat ini telah menjadi pemain bola profesional. Untuk terus membuat inspirasi itu muncul, Risky sering memasang gambar tokoh utama ini untuk dijadikan display picture blackberry messenger miliknya. (cr4/dem)