MUNGKID – Ancaman tanah longsor terus mengancam masyarakat Jawa Tengah dan DIJ. Selain di Kulonprogo dan Purworejo, sebagian wilayah Kabupaten Magelang juga terancam. Itu terjadi di Dusun Posong, Windusari. Hujan deras yang melanda wilayah tersebut mengakibatkan sedikitnya dua rumah warga berpotensi terkena tanah longsor. Hal itu bermula ketika senderan rumah Slamet Dahono, salah seorang warga, ambrol sekitar pukul 05.30 kemarin (23/06). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun rumah yang dihuni dua kepala keluarga tersebut terancam longsor susulan dengan kapasitas yang lebih besar.

“Rumah korban sangat dekat dengan rumah warga lain. Apabila terjadi tanah longsor yang lebar, juga mengancam rumah didekatnya. Karena senderan kurang lebih 2 meter tingginya,” ujar Sigit Purnomo, relawan setempat.

Rumah Slamet dihuni 2 kepala keluarga dengan 7 jiwa. Tinggi talud 3 meter dan panjang 10 meter. Sebagian dapur ikut longsor. Kerugian materiil diperkirakan Rp 4 juta. Demi mencegah dampak longsor susulan, penghuni rumah mengungsi sementara waktu. Sementara warga sekitar kerja bakti memperbaiki bangunan dan pondasi rumah.

Bupati Magelang Zaenal Arifin mengajak seluruh masyarakat selalu waspada. Dia mengingatkan bahwa ancaman bencana datang tanpa diduga dan secara tiba-tiba.

“Fenomena alam akhir-akhir ini menunjukkan cuaca ekstrem yang berakibat terjadinya bencana. Baik itu banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan lain lain,” katanya saat tarawih dan silaturahim bupati dan wakil bupati putaran ke 15 di Masjid Agung An Nur, Mungkid.

Dengan sikap waspada, lanjut Zaenal, dampak negatif bencana bisa diminimalisasi. Baik korban jiwa maupun harta benda. (ady/yog/ong)