GUNAWAN/RADAR JOGJA
GOTONG ROYONG- Warga membersihkan material longsoran pasca-kejadian tanah longsor di Karangpilang Kidul, Rejosari, Semin kemarin (23/6)
 
GUNUNGKIDUL – Hujan deras yang mengguyur Gunungkidul Rabu malam (22/6) menyebabkan tebing setinggi 15 meter longsor dan menimpa satu rumah di Desa Rejosari, Kecamatan Semin. Rumah itu milik Warto Paijan,65, warga Padukuhan Karangpilang Kidul.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun dampak yang ditimbulkan mengakibatkan akses jalan penghubung antar kampung terputus. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan puluhan warga setempat bersama aparat bergotong royong membersihkannya. Pemilik rumah juga pindah ke tempat yang lebih aman sementara waktu.

Menurut Warto Paijan, sekitar pukul 20.30 dia mengaku mendengar suara gemuruh dari bukit sisi timur rumah. Penasaran, Warto melongok ke luar jendela. Alangkah terkejutnya, dari arah samping rumah tanah terlihat bergerak menuju bangunan rumah yang dimiliki. “Spontan saya langsung mengajak istri lari menyelamatkan diri,” kata Warto kemarin kemarin (23/6).

Warto mengaku bersyukur karena selamat dari maut. Namun dia prihatin, karena seorang kerabatnya, Hendri Wijaya,24, harus dirawat ke puskesmas karena terpleset saat akan memberikan bantuan. “Semoga tidak mengalami luka serius dan bisa segera pulang ke rumah,” ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, bersama dengan istri terpaksa mengungsi ke rumah saudara. Nanti, jika situasi sudah kembali normal, bangunan rumah sudah diperbaiki akan kembali beraktivitas.

Kades Rejosari Paliyo mengatakan, selain menerjang sebagian rumah milik Warto, material longsoran memutus akses jalan penghubung antar kampung. “Semula jalan masih bisa dilalui, namun pagi harinya sudah amblas hampir satu meter. Itu karena hujan terus mengguyur,” kata Paliyo.

Atas kejadian ini pihaknya meminta sumbang saran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul. Diharapkan, putusnya akses jalan dapat segera mendapat penanganan.

Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul Sutaryono mengaku sudah menerjunkan personel untuk membantu evakuasi. Secara bersamaan juga diberikan bantuan logistik kepada korban longsor. “Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana untuk selalu waspada,”pesan Sutaryono. (gun/din)