KULONPROGO- Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Kulonprogo melayangkan surat peringatan (SP) 1 kepada tujuh toko modern di wilayah Kulonprogo. Toko-toko tersebut mendapat surat peringatan karena tidak mengantongi izin usaha.

Tujuh took itu berada masing-masing di Samigaluh, Brosot, Nanggulan, Sentolo dan tiga di Wates. Jika sebulan dari SP I dekeluarkan ketujuh toko modern tersebut tidak segera mengurus izin, akan disusul SP 2. Jika sampai SP 3 belum ada perkembangan, terpaksa dilakukan penutupan. “Diharapkan dengan mendapat SP took-toko itu segera mengurus perizinannya,” tegas Kepala Disperindag ESDM Kulonprogo Niken Probo Laras, kemarin (22/6).

Kasi Bina Usaha dan Pendaftaran Disperindag ESDM Agus Dwi Supriyanta mengamini, berdasarkan Perda No 11/ 2011 pasal 63 ayat 2, tenggat waktu dari SP 1 ke SP 2 minimal 30 hari. Begitu juga SP 2 ke SP 3 juga 30 hari. “Nah jika sampai SP 3 tidak ditaati toko dibekukan atau dicabut sesuai pasal 63 ayat 1,” tegasnya.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kulonprogo Agung Kurniawan menambahkan, pihaknya saat ini tengah mengkaji temuan Lembaga Ombudman Daerah (LOD) DIJ terkait keberadaan toko modern berjejaring di Kulonprogo yang diduga melanggar aturan.

Berdasarkan data, hingga saat ini baru ada 30 toko modern tunggal dan berjejaring yang sudah mengantongi Ijin Usaha Toko Moderen (IUTM). Sehingga memang masih banyak yang belum berizin. “Data tahun 2014 menunjukkan ada 21 toko moderen berjejaring. Sampai saat ini beberapa di antaranya sudah berubah menjadi Tomira, diakuisisi menjadi toko tunggal non jejaring dan ada satu yang sudah tutup,” tambahnya. (tom/din)