Harnum Kurniawati/Radar Jogja

TAMBAH JAM OPERASIONAL: Pasar Rejowinangun Kota Magelang mulai H-7 hingga H+8 Lebaran jam operasionalnya bertambah. Kalau biasanya tutup sampai pukul 17.00, selama 15 hari itu buka hingga pukul 22.00.
MAGELANG – melihat antusiasme masyarakat menjelang Lebaran, Pasar Rejowinangun Kota Magelang akan beroprasi hingga malam hari. Hal ini menjadi kebijakan Pemkot Magelang karena kebutuhan masyarakat yang bertambah banyak.

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Magelang Joko Budiyono mengatakan, rencana pengoperasian Pasar Rejowinangun sampai malam hari merupakan inisiasi para pedagang melalui paguyuban. Selama 15 hari sampai H+8 Lebaran, pasar ini akan beroperasi hingga malam hari.

“Jika biasanya pukul 17.00 sudah tutup, maka mulai H-7, atau Rabu 29 Juni Pasar Rejowinangun boleh beroperasi hingga malam hari pukul 22.00. Ini berlaku bagi semua pedagang,” kata Joko saat dihubungi kemarin.

Dia menjelaskan, langkah ini upaya untuk menambah waktu pedagang maupun pembeli dalam bertransaksi, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan jelang hari raya. Dengan buka malam dia berharap ada tambahan waktu, sehingga pendapatan pedagang pun naik. Begitu juga dengan pembeli lebih punya banyak waktu untuk berbelanja.

“Kami melihat suasana Pasar Rejowinangun ramainya luar biasa, terutama saat akhir pecan,” jelasnya. Jam operasional pasar hingga malam ini mulai disampaikan kepada semua pedagang pasar. Sekitar 4.000 pedagang diperbolehkan menjaja dagangannya sampai pukul 20.00 WIB. Tidak ada batasan. Kebijakan ini berlaku bagi semua pedagang.

Pihaknya juga menyiapkan tambahan petugas keamanan saat malam. “Pokoknya semua pedagang pasar mau itu pedagang sayur, makanan, sembako, dan pakaian maupun alat rumah tangga saja yang boleh buka sampai malam,” tegasnya.

Rencana terdekat, tambahan waktu akan diberikan hingga tiga jam dari biasanya. Namun jika jumlah kunjungan masih tinggi, jam operasional biasa ditambah lagi. Dengan penambahan jam operasional diharapkan dapat meningkatkan penjualan pedagang di pasar yang diklaim sebagai pasar terbesar se eks-Karesidenan Kedu ini.

“Yang pasti kita inginnya memberikan waktu lebih banyak kepada pedagang ataupun pembelinya. Apalagi semakin mendekati Lebaran, jumlah pengunjung akan semakin meningkat,” tuturnya.

Tidak hanya melayani masyarakat Magelang, keberadaan pasar ini diharapkan dapat melayani pembeli dari beberapa daerah sekitar, seperti dari Kabupaten Magelang, Purworejo, dan Temanggung. (nia/laz/ong)