JOGJA – Teka-teki tentang nama-nama pejabat yang lolos dalam lelang jabatan eselon II A dan II B di lingkungan Pem-prov DIJ sedikit banyak mulai terkuak.

Ada delapan orang yang disebut-sebut bakal dilantik Gubernur DIJ Hamengku Buwono X setelah libur panjang Lebaran.Siapa saja mereka? Dari penelusuran Radar Jogja, delapan nama pejabat yang menunggu jadwal pelantikan itu tidak semuanya berasal dari lingkungan pemprov.

“Ada dua orang yang diim-por dari kabupaten,” ungkap seorang sumber di Kepatihan kemarin (26/6).

Dua orang tersebut adalah Kepala Bappeda Bantul Tri Saktiyana dan Ke-pala Kantor Pengendalian Pertanahan Daerah (KPPD) Sleman Krido Suprayit-no.

Bagi Tri Saktiyana mengikuti se-leksi jabatan publik bukan kali pertama. Pada 2014 dia sempat lolos 11 besar calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Busyro Muqqodas.Kini dalam lelang jabatan di pemprov, Tri Saktiyana bakal menduduki kursi ke-pala Dinas Koperasi dan UKM DIJ.

Jaba-tan itu merupakan posisi baru pecahan dari Dinas Perindagkop dan UKM yang diatur lewat Perdais Kelembagaan DIJ.Munculnya nama Tri Saktiyana ini memang di luar dugaan.

Setelah pro-ses uji kepatutan dan kelayakan di-gelar tim seleksi pada Mei, nama Intan Mestikaningrum yang disebut-sebut lolos sebagai kandidat kepala Dinas Koperasi dan UKM DIJ. Intan saat ini menjabat salah satu Kabid di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ.

“Untuk sementara nama Intan diendapkan karena kandidatnya di-gantikan dari Bantul,” imbuh sumber itu.

Bagaimana dengan Krido? Mantan camat Turi, Berbah, dan Depok, Sle-man itu bakal diplot sebagai kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ. Krido menggantikan posisi yang ditinggal-kan Gatot Saptadi yang sekarang men-jadi Asisten Perekonomian dan Pem-bangunan Setprov DIJ.

Krido kemung kinan menggeser peluang Dwiarto Setyabudi, salah satu Kabid di BPBD DIJ dan Sekretaris Badan Pemberdayan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIJ Carolina Ra-diastuty. Sedangkan untuk posisi ke-pala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR) DIJ tidak banyak berubah.

Kans terbesar akan ditempati Hanan-to Hadi Purnomo, mantan Kabid Tata Ruang Dinas PUP dan ESDM DIJ. Perdebatan justru muncul pada po-sisi wakil kepala Dinas Kebudayaan DIJ.

Muncul dua kandidat kuat yakni Ke-pala Balai Teknologi Komunikasi Pen-didikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ Singgih Ra-harjo dan Kabid Pemerintahan Bap-peda DIJ Biwara Yuswantara. “Keduanya bersaing kuat. Tinggal nanti mana pawangnya yang lebih kuat,” tambah sumber itu.

Pawang merupakan sandi untuk menyebut mereka yang punya pengaruh kuat dalam penentuan jabatan struktural. Sumber itu menyebut kekuatan itu ada di blok wetan (timur) dan blok kulon (barat). “Cari sendiri siapa saja mereka itu,” kilah sumber itu.

Munculnya kemung kinan polemik da-lam lelang jabatan itu telah diantisipasi Plt Sekprov DIJ Rani Sjamsinarsi. Setelah sejumlah calon diuji gubernur pada awal Juni, Rani menerbitkan pengumuman Nomor 008/Pansel JPT DIJ/2016 tanggal 16 Juni 2016.

Isinya tentang 19 nama pe-jabat yang dinyatakan lolos uji kompe-tensi, kesehatan dan uji gagasan dalam seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi. Dalam pengumuman itu, Rani meng-ingatkan bahwa sesuai UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, gubernur memilih satu orang dari calon setiap jabatan untuk ditetapkan men-jadi pejabat pimpinan tinggi pratama Pemprov DIJ.

“Keputusan panitia se-leksi bersifat mutlak dan tidak dapat disanggah,” tegas Rani.

Kepala BKD DIJ Agus Supriyanto membantah bila gubernur mengada-kan uji kepatutan dan kelayakan ulang kepada 19 nama calon yang lolos.

Menurut Agus, gubernur hanya ingin bertemu dan mengetahui nama-nama yang lolos dalam lelang jabatan ter-sebut. (kus/yog/ong)