GUNUNGKIDUL – Data terbaru angka kemiskinan hasil verifikasi Pemkab Gunungkidul belum valid. Ribuan warga miskin (gakin) tercecer, sehingga tak tersentuh program penanggulangan kemiskinan.

Terungkap, sebanyak 23.680 warga Bumi Handayani masuk kategori miskin baru dan miskin tercecer. Basis data menjadi penyebab perbedaan dengan hasil verifikasi lapangan.

Program pengentasan kemiskinan saat ini baru menyasar sekitar 10.422 jiwa.

Kepala Bidang Sosial, Dinsosnakertrans Gunungkidul CH. Suyatmiyatun tidak menampik persoalan tersebut. Dia mengakui, basis data yang digunakan selama ini tidak terintegrasi dengan baik.

“Seharusnya pendataan program pengentasan kemiskinan dilakukan secara terpadu dan satu kesatuan. Disiapkan satu basis data terintegrasi, sehingga warga masyarakat yang seharusnya masuk dalam kriteria kemiskinan dapat menerima,” katanya kemarin (26/6).

Dikatakan, basis data Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) selama ini masih mengacu pada tahun 2011. Karena itulah jumlah warga miskin baru dan miskin tercecer cukup banyak.

Terpisah, Peneliti dari Institute for Development Economic Analysis (IDEA ) Jogjakarta Tri Suci Wulandari menilai, masih banyak program penanggulangan kemiskinan yang harus dibenahi. Misalnya, pemegang KKS (kartu keluarga sejatrera).

Ternyata sebagian besar justru kalangan ekonomi menengah ke atas. “Sistem administrasi jamian sosial kerap bermasalah. Pasien pemegang kartu Jamkesmas dipingpong ketika mengurus kelengkapan adminsitrasi,” bebernya. (gun/yog/ong)