JOGJA-Pelaksanaan PON 2016 di Jawa Barat sudah di depan mata. Beberapa cabang olah raga (cabor) pada tahap sekarang ini, banyak memprogramkan training camp (TC) bagi atlet-atletnya. Hal ini tidak lepas dari tekad dan semangat untuk meraih medali di ajang multi event empat tahunan terbesar di tanah air tersebut.

Salah satu cabor yang telah memprogramkan TC adalah balap sepeda, baik nomor MTB dan BMX. Rencananya TC akan dilakukan tiga bulan sebelum PON digelar. Artinya bila dihitung pelaksanaan PON pada 17- 29 September, maka pengurus cabor dan tim pelatih harus melaksanakan sekarang.

“TC rencana tiga bulan sebelum PON. Ini kalau di setujui oleh KONI DIJ,” kata Pelatih BMX dan MTB DIJ Nurwarsito, kemarin.

Dijelaskan, jika karena keterbatasan dana KONI DIJ tidak menyetujui, pihaknya tetap akan berupaya untuk tetap memberangkatkan enam atlet BMX dan MTB untuk TC. Sebab, bagi atlet sepeda BMX dan MTB sangat penting untuk menjajal lebih dulu trek yang nantinya akan digunakan. Sehingga, para atlet bisa mempelajari kondisi trek lebih dulu dan mengetahui tingkat kesulitannya seperti apa.

“Karena setiap trek memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda,” tuturnya.

Menurutnya, dari enam atlet BMX dan MTB juga ada empat nama yang baru kali ini akan berlaga di PON. Yakni Bagus Budi Setiawan, Muhammad Abdul Hakim, M Tegar Alam Tsany, dan David Iskandar. Sedangkan dua atlet lainnya yakni Exa Raudina Khoiroti dan Yavento Ditra Pranata sudah cukup mengenyam asam garam pertandingan nasional maupun internasional.

“Kalau Juli bisa berangkat, sebulan akan di sana (Jawa Barat), lalu kembali ke Jogja seminggu agar mereka tidak jenuh, baru kembali lagi ke sana hingga PON. Karena takutnya sebelum lomba trek ditutup,” jelasnya.

Selain itu, atlet tarung derajat rencananya juga akan mengadakan TC bagi atletnya selama satu bulan di Kawah Darajat, Garut, Jawa Barat.

“Sebenarnya untuk tarung derajat itu lebih banyak sparing lebih bagus. Tapi keterbatasan dana, maka kami harus pilih yang terbaik. Rencananya kami akan mengirim tiga atlet TC satu bulan di sana (Kawah Darajat) untuk belajar langsung dengan Sang Guru (tarung derajat), Achmad Dradjat,” paparnya.

TC juga akan dilakukan Tim Renang Indah DIJ. Berbekal pengalaman training camp satu bulan sebelum ajang Kualifikasi Pra PON lalu yang dinilai optimal, jelang PON ini atlet renang indah juga akan di-TC-kan. Menurut Pelatih Renang Indah DIJ Ragil Sugirestu, TC akan dilakukan di Jogja dengan menyewa satu rumah, sehingga aktivitas semua atlet terpantau bersama pelatih asing asal Rusia, Anna Nasekina.

“Latihan jadi lebih optimal, dan chemistry antar atlet semakin terbangun. Kami ingin jaga itu hingga PON tiba,” tegasnya.

Dengan target sapu bersih dari tiga nomor yang dipertandingkan, Ragil mengaku, tim harus lebih solid agi agar tidak lengah karena tim dari daerah lain juga mengincar target yang sama. Terlebih beberapa daerah juga menggunakan jasa pelatih asing, selain itu, mereka memiliki kesempatan untuk try out keluar.

“Kami maksimalkan saja dengan latihan tujuh jam sehari. Anak-anak tekadnya juga tinggi untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tampil di PON besok,” tandas Ragil.(dya/dem/ong)