Harnum Kurniawati/Radar Jogja
BURON LIMA BULAN: Tersangka Agus Riyanto alias Ambon dan Dwi Waluyo alias Dumung bakal menikmati Lebaran di tahanan Polres Magelang Kota, setelah tertangkap mencuri motor.
MAGELANG – Agus Riyanto alias Ambon, 19 dan Dwi Waluyo alias Dumung, 22, harus menikmati Lebaran di tahanan Polres Magelang Kota. Warga Banyuurip, Tegalrejo, dan Kedungsari, Bandongan, Kabupaten Magelang ini dibekuk polisi karena mencuri sepeda motor.

Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto melalui Kasubag Humas AKP Esti Wardiani mengatakan, Ambon dan Dumung mencuri sepeda motor pada Rabu (27/1) sekitar pukul 02.30 WIB. Tersangka mencuri motor milik Dimas Pamungkas, 30, di Kampung Tidar Krajan, Kota Magelang.

“Mereka mencuri lantaran melihat ada korban memarkir motor Supra di teras rumahnya dalam keadaan kunci masih tergantung di stang. Saat korban lengah, pelaku langsung membawa kabur motor itu dan dititipkan di rumah Sunar di Tegalrejo,” ujar Edi di kantornya, kemarin.

Dia menuturkan, aksi pencurian sepeda motor (curanmor) ini tidak hanya dilakukan Ambon dan Dumung saja, tapi melibatkan juga Asna Fauzi, 17 asal Glagah Ombo, Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Motor hasil curian dijual ke Asna seharga Rp 800.000.

“Uang hasil penjualan dibagi ke tiga pelaku dan dua rekan pelaku dengan nominal berbeda. Korban sendiri menderita kerugian sampai Rp 9,5 juta,” katanya.

Korban, kata Esti, langsung melapor ketika sepeda motornya dinyatakan hilang. Hanya saja, upaya aparat mencari pelaku mengalami kesulitan. Sampai akhirnya sekitar lima bulan kemudian terdengar kabar salah satu tersangka, Aldi tertangkap aparat Polres Magelang dalam kasus pencurian.

Di hadapan petugas, Aldi mengaku, pernah mencuri sepeda motor di wilayah hukum Kota Magelang bersama Ambon dan Dumung. Dari infor tersebut, aparat langsung menangkap Ambon dan Dumung di rumah masing-masing dalam waktu bersamaan, Kamis (16/6) lalu.

“Kini, Ambon dan Dumung sudah mendekam di tahanan, sedangkan Aldi ditahan di tahanan Polres Magelang. Ambon dan Dumung mengakui perbuatannya. Mereka mencuri karena ingin memiliki uang,” paparnya.

Esti menambahkan, kedua pelaku mengaku pernah juga mencuri helm sebanyak dua kali. Helm hasil curian dipakai sendiri untuk senang-senang. Keduanya terancam hukuman 7 tahun penjara, karena melanggar Pasal 363 tentang curanmor.

“Sementara untuk Asna Fauzi yang membeli motor curian ini diadakan diversi atau penyelesaian dengan keluarga, polisi, korban, pengadilan, dan WCC. Hal ini berdasarkan UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” jelasnya. (nia/laz/ong)