SLEMAN – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP di Sleman menujukkan tren positif sejak dibuka pertama kali kemarin (27/6). Berbeda dengan PPDB SMA, dimana calon siswa (casis) lebih banyak saling tunggu, sehingga tak satupun sekolah dengan sistem real time online (RTO) terpenuhi kuotanya pada hari pertama pendaftaran. PPDB dibuka sampai Rabu (29/6).

Pada PPDB SMP kali ini sekolah yang memiliki reputasi akademis diserbut pendaftar. Tak tampak kesan saling tunggu dan intip pergerakan nilai. Sebanyak 5.257 casis telah terdaftar. Atau sekitar 77 persen dari total kuota yang tersedia 6.800 kursi SMP negeri.

Di SMP 4 Pakem, misalnya. Daya tampung tersedia sebanyak 160 kursi. Kemarin hanya tersisa 22 yang kosong. Nilai tertinggi 303,50 dan terendah 268,50.

SMPN 1 Godean lebih difavoritkan. Pendaftar di sekolah yang terletak di utara Pasar Godean ini malah sudah melebihi daya tampung. Dari total 128 kursi yang tersedia, jumlah pendaftar mencapai 138 casis.

Kepala Sekolah SMPN 4 Pakem Ponidi optimistis, kuota casis di lembaga yang dipimpinnya bakal terisi penuh hari ini. Bukan tidak mungkin melebihi daya tampung. Sebab, beberapa casis yang mengambil formulir tak semuanya langsung mengembalikan ke panitia PPDB pada hari yang sama.

Ponidi mengingatkan casis dan orang tua murid agar tak memilih sekolah seperti membeli kucing dalam karung. “Sebelum mendaftar, casis harus tahu tata tertib dan sistem pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Di luar dugaan, jumlah pendaftar SMPN 1 Gamping justru lebih banyak. Ya, sekolah di perbatasan Kota Jogja dan Sleman itu sering disebut sebagai penadah luapan casis yang tak lolos seleksi RTO di Kota Jogja. Tak pelak, jumlah pendaftar hari pertama saja membeludak. Tercatat 149 casis mendaftar kemarin. Mereka bersaing untuk memperebutkan 128 kursi yang tersedia.

Berikutnya di SMPN 3 Kalasan. Dari 128 daya tampung sudah terdaftar 162 casis. Kemudian SMP 4 Kalasan yang memiliki daya tampung 128 kursi sudah terisi 150 pendaftar.(bhn/yog/ong)