BANTUL – Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul berinisiatif ambil bagian dalam program penataan pantai selatan. Menyusul rencana revitalisasi kawasan terdampak gelombang tinggi yang menerjang sepanjang pantai selatan Bantul beberapa waktu lalu.

Sesuai bidangnya, Dispertahut hanya fokus pada upaya penghijauan. Hanya, rencana itu belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat ini. Sebab, dinas tak memiliki anggaran khusus untuk kepentingan tersebut. Menurut Pulung, anggaran pengadaan bibit pohon 2016 hanya teralokasi untuk penghijauan di lahan kritis. “Yang untuk pantai belum ada.Masih kami godog pepohonan apa yang cocok,” ucap Plt Kepala Dispertahut Pulung Haryadi kemarin (27/6).

Seandainya dana sudah tersedia pun Dispertahut tak akan serta merta menghijaukan seluruh pantai selatan. Pulung mengajukan syarat tertentu. Para pedagang di kawasan tersebut harus mematuhi garis sempadan pantai. Sesuai Peraturan Daerah DIJ Nomor 16 Tahun 2011 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Disebutkan, garis sempadan berjarak 200 meter dari bibir pantai. “Karena itu sekitar pantai harus steril,” tegasnya.

Menurut Pulung, syarat ini sesuai dengan semangat yang digulirkan pemkab dalam konsep penataan pantai selatan. Tidak boleh lagi ada bangunan di sekitar pantai.(zam/yog/ong)