Rizal Setyo Nugroho/radar jogja
KONSOLIDASI: Kapolresta Jogja AKBP Tommy Wibisono (kanan) mengklarifikasi kasus pembacokan yang menimpa Anorraga Elang Gading Gazia. Turut hadir pada temu wicara itu, Wakil Ketua DPD PDIP DIJ Imam Priyono (tengah) dan Sekretaris DPW PPP DIJ Bambang Aris.
JOGJA – Polresta Jogja menetapkan tiga tersangka pembacokan yang menewaskan Anorraga Elang Gading Gazia, 16. Kini ketiganya, masing-masing berinisial K, AD, dan AG mendekam di sel tahanan Mapolresta untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Menyikapi kesimpangsiuran informasi modus pembacokan tersebut Kapolresta Jogja AKBP Tommy Wibisono meluruskan kabar tersebut kemarin (27/6). Tommy membantah tudingan bahwa kasus tersebut menjadi bagian kisruh politik dua partai di Kota Jogja, yaitu PPP dan PDIP. Kapolres menegaskan, kasus itu merupakan tindakan kriminal murni. “Pelakunya residivis yang sering keluar masuk penjara,” ujarnya.

Hasil penyelidikan sementara, polisi menyimpulkan bahwa kasus tersebut telah direncanakan oleh para tersangka. Termasuk menyiapkan senjata tajam.

Kendati demikian, Kapolresta enggan membeberkan motif hingga terjadinya aksi pembacokan oleh para pelaku. Menurutnya, kasus itu bermula dari permasalahan pribadi. “Korban dan tersangka tidak saling kenal,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Jogja, dua pelaku dan korban memang tak saling kenal. Namun, korban memiliki masalah pribadi dengan seorang tersangka lain yang diduga menjadi dalang, sekaligus oknum yang memberi instruksi kepada dua pelaku untuk menguntit dan menganiaya korban.

Wakil Ketua DPD PDIP DIJ Imam Priyono juga menepis kabar keterkaitan kasus dengan kancah perpolitikan di Kota Jogja. Imam tak berani berspekulasi bahwa ketiga tersangka adalah kader partai banteng moncong putih. Karenanya, bakal calon Wali Kota Jogja itu menyerahkan penyelidikan perkara sepenuhnya kepada polisi.

Imam juga membantah isu yang menyebtukan bahwa PDIP akan menggugat kepolisian terkait proses penangkapan tiga tersangka yang dianggap melanggar hak asasi manusia. ” Yang jelas saat terjadi pembacokan tak satupun tersangka mengenakan atribut partai,” tegasnya.

Pernyataan serupa dilontarkan Wakil Sekretaris DPW PPP DIJ Bambang Aris. Dia juga menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Menurut dia, korban mengalami penyerangan ketika pulang usai menghadiri acara buka bersama dengan simpatisan dan laskar PPP di Kota Jogja. “Kami meminta polisi segera mengungkap dan menangkap semua pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan itu,” ucapnya.

Kasus pembacokan Anorraga Elang Gading Gazia menjadi perhatian publik karena sebelumnya kasus kekerasan hampir sama juga menewaskan salah satu simpatisan PPP di Kronggahan, Gamping, Sleman. Kejadian tersebut terjadi pada April lalu. Korban tewas di rumah sakit akibat lemparan petasan.(riz/yog/ong)