JOGJA – Keinginan bekas juru parkir (jukir) Malioboro untuk bisa kembali ke tempat semula langsung mendapatkan penolakan dari Wali Kota Haryadi Suyuti. Masalah jukir di Tempat Parkir Khusus (TPK) Abu Bakar Ali (ABA) yang saat ini sepi, kini tengah dibahas lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Tidak ada alasan menjelang lebaran atau puasa. Larangan untuk menjadi tempat parkir merupakan harga mati,” tandas HS, sapaan akrabnya, di tengah pengecekkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), kemarin (27/6).

Dia menegaskan, parkir roda dua tetap berada di TPK ABA lantai dua dan tiga. Permasalahan adanya jukir liar yang meraup untung jelang lebaran ini, hal tersebut bakal ditindak tegas. “Saya sudah meminta kepada dishub (dinas perhubungan). Harus ada penertiban rutin. Semuanya harus ditindak,” katanya.

Seperti telah diketahui, pekan lalu, jukir TPK ABA mengancam akan kembali ke sisi timur Malioboro. Ancaman tersebut mereka sampaikan ke Dishub Kota Jogja. Jika tidak ada tindakan tegas dari dishub.

Ketua Forum Komunikasi Petugas Parkir Yogyakarta Ignatius Hanarto mengatakan, jukir sudah meminta izin ke dishub pada H-7 sampai H+7 untuk kembali ke sisi timur Malioboro. Ini mereka lakukan karena tak pilihan lain di tengah himpitan kenaikan kebutuhan menjelang lebaran.

“Kami sebelum pindah bisa menikmati lebaran. Sekarang, semuanya merasakan dampaknya. Malah jukir liar yang bisa mendapatkan rezeki untuk lebaran,” sesalnya.

Keluhan tersebut, menurut HS, tak bisa menjadi pembenar jukir kembali ke Malioboro. Sebab, penertiban terhadap jukir liar itu tetap akan dilakukan. Juga, lintas SKPD tengah mencari solusi agar Tempat Parkir ABA tetap menjadi tempat tujuan.

“Serahkan kepada kami. Saat ini terus intensif berkoordinasi. Baik dengan DIJ maupun internal. Semoga segera ada jalan keluar,” jelas HS.

Dia menargetkan,maksimal H-7 sudah ada solusi bagi jukir di TPK ABA. Baik dari sisi kesejahteraan, maupun keramaian parkir. “Harus segera ada. Jangan sampai lebaran kembali menjadi masalah. Ini yang kami khawatirkan,” katanya.

Sejak ada audiensi dari jukir ABA, penertiban jukir liar kian intensif. Meski, tahap kali ini, dishub tetap saja melakukan pendekatan secara persuasif. Tapi, jika tetap dalam beberapa ke depan jukir liar itu masih beroperasi, tilang akan mereka berlakukan.

“Kami sudah bersepakat dengan kepolisian. Kami akan lakukan penertiban,” jelas Kepala Dishub Kota Jogja Wirawan Haryo Yudo.

Mantan Camat Gondokusuman ini mengungkapkan, penertiban ini akan mereka berlakukan sejak menjelang lebaran sampai pascalebaran. Nantinya, operasi tersebut akan berlangsung dengan operasi ketupat dari kepolisian. “Agar Malioboro tetap lancar selama lebaran,” tandasnya. (eri/ila/ong)