HERU PRATOMO/RADAR JOGJA
KELILING MUSEUM: Komunitas Jogja Night at the Museum bersama masyarakat umum saat mengunjungi Museum Affandi. Kegiatan ngabuburit dan buka bersama sekaligus belajar ini ternyata banyak diminati.

Lebih Seru, Kenalkan Museum dengan Cara Berbeda

Menunggu waktu berbuka biasa diisi dengan ngabuburit di mal atau tempat makan. Tapi, komunitas Jogja Night at the museum, biasa ngabuburit dengan mengunjungi museum-museum yang ada di DIJ. Seperti apa?
HERU PRATOMO, Jogja
KESAN angker yang biasa disematkan pada museum pada malam hari, dipatahkan oleh Komunitas Jogja Night at the museum. Sesuai namanya, mereka akan berkunjung ke museum pada malam hari. Tapi, saat Ramadan ini mereka menggelar pada saat ngabuburit.

Menurut tim kreatif Jogja Night at the museum Samantha Aditya, selama Ramadan tahun ini sudah tujuh kali menggelar aksi ngabuburit sekaligus buka bersama di museum. “Kami ingin mengajak dan mengenal museum dengan cara yang berbeda,” ujarnya saat ditemui di sela acara di Museum Affandi pekan lalu.

Samantha mengatakan, kegiatan yang dilakukan tidak hanya meminjam tempat museum untuk berbuka saja, tapi juga mengenali koleksi museum. Seperti dengan melihat-lihat karya dan mendiskusikan yang ditemui di museum.

“Seperti di Museum Affandi ini, sambil menunggu buka kami diskusi tentang kiprah Affandi dan karya-karyanya,” jelas Samantha.

Selain menjelajahi museum, Samantha mengaku, mereka juga menjalankan misi sosial. Setiap kegiatan yang diadakan oleh komunitas yang berdiri sejak 2012 itu, selalu melakukan penggalangan dana. Hasilnya nanti disumbangkan kepada anak-anak tuna netra di RS Dr Yap Jogja.

Mahasiswi Sejarah UGM itu mengakui, inspirasi mereka berasal dari film Night at the museum. Dalam film tersebut museum tampak lebih menarik karena koleksi di dalamnya bisa hidup.

Dari awalnya hanya kalangan mahasiswa, banyak juga masyarakat umum yang akhirnya tertarik ikut.Ternyata aktivitas tersebut banyak diminati. “Banyak yang tertarik ingin ikut, termasuk dari masyarakat umum,” ungkapnya.

Salah satu komunitas yang tertarik ikut kegiatan Jogja Night at the museum adalah Barisan Muda (BM) PAN DIJ. Menurut Ketua BM PAN DIJ Sanghyang Sukma mengaku tertarik ikut kegiatan ini karena menyajikan suasana yang berbeda. Menurutnya, berbuka puasa sambil belajar di museum juga menyenangkan. “Sekaligus untuk mendekatkan BM PAN dengan komunitas anak muda di DIJ,” ujarnya. (ila/ong)