DWI AGUS/Radar Jogja
STOK AMAN : Wakil Kepala Bidang Unit Transfusi darah PMI DIJ dr Suryanto Sp.PK, Sekretaris PMI DIJ Kamaluddin Hasibuan SH
JOGJA – Sudah menjadi kebiasaan setiap Ramadan hingga Lebaran Palang Merah Indonesia (PMI) di setiap daerah mengalami kekurangan stok darah. Itu disebabkan turunnya jumlah pendonor sukarela. Padahal, kebutuhan darah saat Lebaran selalu tinggi.

Kebutuhan darah untuk memenuhi beberapa kasus. Biasanya, hemodialisa, bedah, dan persalinan. Juga antisipasi pasien demam berdarah, leukemia, dan perawatan yang membutuhkan pelayanan darah. Misalnya, kasus kecelakaan lalu lintas.

Berkaca dari pengalaman tahun lalu PMI DIJ menyiapkan langkah-langkah antisipasi menipisnya stok darah. Salah satunya, menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta.

“Biasanya, stok darah menipis saat memasuki Labaran dan satu minggu sesudahnya,” ungkap Wakil Kepala Bidang Unit Transfusi Darah PMI DIJ Suryanto, Sabtu (25/6).

PMI juga gencar menggelar sosialisasi dan memanfaatkan beragam media informasi tentang donor darah. Pendonor tetap dan sukarela diingatkan melalui pesan singkat. Agar meluangkan waktu untuk berdonor darah. Upaya mencukupi kebutuhan darah merupakan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pengamanan Stok Darah dan PP Nomor 7 Tahun 2011 tentang Palayanan Darah. Dengan langkah tersebut, Suryanto berharap kebutuhan darah menjelang Lebaran dan selama Ramadan tercukupi.

“Untuk saat ini, kebutuhan di Jogjakarta masih terbilang aman . Cukup hingga menjelang Lebaran,” ujarnya. Pernyataan Suryanto didasarkan pada data PMI di empat kabupaten dan kota di DIJ.

Suryanto mengimbau setiap PMI kabupaten/kota memastikan ketersediaan darah. menurutnya, isu tentang stok darah menipis tak selalu benar. Sebab, klaim tersebut berhembus sedangkan pencari donor terkadang belum melakukan pengecekan darah di kantong-kantong PMI. Dicontohkannya di RSUP Dr Sardjito. “Jika ada kabar stok menipis bukan berarti itu terjadi di seluruh Jogjakarta. Sebab, Sardjito memiliki unit transfuse darah sendiri yang tak terikat dengan PMI,” tuturnya.(dwi/yog/ong)