KERJASAMA: Penandantanganan MoU pelayanan kepada masyarakat, korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum, oleh PT Jasa Raharja DIJ dengan tujuh rumah sakit di Kota Jogja dan Polresta Jogja.
JOGJA – PT Jasa Raharja DIJ memperluas jaringan pelayanan. Perluasan jaringan itu dilakukan dengan melakukan penandatanganan nota kerjasama (MoU) bersama rumah sakit di Kota Jogja dan Polresta Jogja. Berbeda dengan MoU sebelumnya, kali ini MoU diselenggarakan di Mapolresta Jogja, kemarin (27/6). Setidaknya, ada tujuh rumah sakit di Kota Jogja yang ikut menandatangani MoU terkait pelayanan kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum.

Ketujuh rumah sakit tersebut adalah RSUD Jogja, RS Bethesda, RS Panti Rapih, dan PKU Muhammadiyah Jogja. Kemudia, RS Hidayatullah, RS Ludira Husada Tama, dan RSKB Soedirman.

“MoU ini sebagai bentuk komitmen kamis PT Jasa Raharja, rumah sakit, dan Polri dalam memberikan pelayanan yang terkait kepada para korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum di wilayah Jogja,” kata Kepala PT Jasa Raharja DIJ, I Ketut Suardika kepada Radar Jogja usai penandatangan MoU di Mapolresta Jogja, kemarin.

Menurutnya, dalam MoU tertuang sejumlah kesepakatan bersama. Kesepakatan itu antara lain, setiap korban korban kecelakaan lalu lintas yang dibawa ke rumah sakit berhak mendapatkan pelayanan perawatan medis. Kemudian rumah sakit berkoordinasi dengan PT Jasa Raharja dan Polri. Selanjutnya, untuk meringankan beban korban, PT Jasa Raharja mengeluarkan garansi letter kepada rumah sakit atas nama korban.

“Petugas PT Jasa Raharja juga akan berkoordinasi dengan Polri terkait dengan laporan polisi (LP). Sebab, tanpa ada LP PT Jasa Raharja tidak dapat mencairkan santunan biaya perawatan kepada rumah sakit,” tegas Suardika.

Jaminan asuransi PT Jasa Raharja meliputi biaya perawatan dan santunan korban meninggal dunia. Untuk korban kecelakaan lalu lintas darat dan laut, biaya perawatan maksimal sebesar Rp 10 juta dan Rp 25 juta untuk korban meninggal dunia. Sedangkan biaya perawatan korban luka bagi penumpang moda angkutan udara maksimal Rp 25 juta dan santunan meninggal dunia sebesar Rp 50 juta.

“Dengan MoU ini korban kecelakaan tidak perlu memikirkan biaya perawatan. Sebab, kami akan menanggung biaya perawatan maksimal Rp 10 juta untuk korban laka darat dan laut. Sedangkan untuk korban laka angkutan udara biaya perawatan maksimal Rp 25 juta,” jelas Suardika.

Direktur Utama RS Panti Rapih, dr Teddy Janung menyambut baik adanya MoU tersebut. Dengan adanya MoU tersebut kini manajemen rumah sakit tidak perlu khawatir lagi siapa yang akan membayar biaya perawatan bagi para korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada PT Jasa Raharja yang telah menginisiasi MoU penanganan korban kecelakaan. Apalagi, PT Jasa Raharja telah menyanggupi dan menjamin akan membayar biaya perawatan bagi semua korban kecelakaan,” kata Teddy. (mar/ong)