SLEMAN – Satu dari lima warga binaan Lapas Cebongan yang melarikan diri Minggu (26/6) siang berhasil ditangkap pada malam harinya, sekitar pukul 23.10. Narapidana (napi) yang kabur dan berhasil ditangkap adalah Nova Candra Hermawan. Dia ditangkap saat sedang pesta minuman keras di Sinduadi Mlati, Sleman.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan TNI/Polri dari Unit Inteldim 0732/Sleman, Timinteltem 072/Pmk, dan Polres Sleman dipimpin Pasi Intel Kodim 0732/Sleman Kapten Inf Suwardi. Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas Mayor Inf Suyadi membenarkan penangkapan itu. “Benar semalam sudah tertangkap oleh tim gabungan,” tandasnya kepada wartawan saat dikonfirmasi, Senin (27/6).

Dia menjelaskan, setelah mendapat laporan adanya penghuni Lapas yang kabur, langsung melakukan pengejaran. Dari hasil penelusuran dan saksi mata, tim gabungan mengarah pada lokasi persembunyian napi tersebut.

“Pengintaian terhadap napi yang lari tersebut sudah dilakukan sejak kami mendapatkan laporan sore harinya. Setelah menerima informasi posisi salah satu napi yang kabur, tim gabungan langsung melakukan pengintaian dan malam harinya dilakukan penangkapan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Suyadi mengungkapkan, setelah ditangkap, napi tersebut langsung diserahkan ke kepolisian untuk menjalani proses lebih lanjut.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIJ Pramono mengatakan, napi yang berhasil ditangkap masa hukumannya bisa ditambah. Itu dilakukan sebagai konsekuensi tindakan yang telah dilakukan.

“Sebetulnya ada yang sebentar lagi dalam hitungan bulan sudah bebas. Namun, karena kabur masa hukuman bisa ditambah,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Pramono mengungkapkan, petugas masih mengejar empat pelaku lainnya. Selain polisi, petugas Lapas juga dikerahkan untuk melakukan pencarian. Empat pelaku lain yang masih buron yakni Aji Widodo, Ahmad Abdul Ghofur, Ari Priyanto, dan Rifki Nanda Fitriyanto.

Pramono menuturkan, semua napi yang kabur itu sudah menjalani masa hukuman. Bahkan diantara napi yang kabur itu ada yang sudah mendekati masa bebas. Namun, dia tidak menjelaskan siapa saja yang akan bebas dalam waktu beberapa bulan.

Pramono mengatakan, para napi kabur dari Lapas diharapkan dapat berubah saat keluar dari lapas. Namun, ada beberapa napi yang tidak tahan berada di Lapas dan ingin segera keluar. “Semua psikologisnya seperti itu, tidak ada yang betah namanya juga di tahanan. Akhirnya ambil jalan pintas dengan cara kabur,” ungkapnya.

Mengenai alasan kabur karena ingin menikmati masa Lebaran 2016, menurutnya, bukan motif utama mereka melarikan diri dari tahanan. Sebab keluarga napi selalu datang saat hari besar dan selalu mengunjungi para napi, termasuk saat lebaran. “Mungkin karena terprovokasi temannya dan ada kesempatan,” paparnya.

Dia mengatakan, kondisi Lapas Cebongan memang sudah tidak memadai. Baik dari segi sumber daya manusia dan sarana prasarananya. Dia mencontohkan, dalam satu regu petugas jaga hanya terdiri dari 8 orang. Mengawasi seluruh warga binaan dari 6 blok. “Idealnya ada 14 orang dalam satu regu, kami hanya delapan orang. Kapasitasnya idealnya 112 warga, tapi diisi sampai 292 orang. Jadi over kapasitas,” katanya.

Seperti diketahui, pada hari Minggu (26/6) pukul 11.52 di Lapas Kelas IIB Sleman, Bedingin Wetan, Sumberadi Mlati, Sleman telah terjadi tahanan melarikan diri sejumlah lima orang. Mereka memanjat pundak sesama napi untuk menjebol plafon melalui ruang blok C4. Kemudian menjebol genting dan meloncat turun ke halaman belakang kemudian memanjat pagar sebelah barat dengan naik gundukan tanah dengan saling gendong antarnapi untuk mengaitkan sarung di atas tembok secara bergantian para napi turun di kebun belakang Lapas. (riz/ong)