SLEMAN – Aparat pemerintah tak henti-hentinya mengingatkan para pemilik kendaraan angkutan penumpang maupun barang agar melengkapi surat-surat administrasi. Juga memperhatikan kelayakan jalan kendaraan. Demi keamanan selama perjalanan. Ironisnya, imbauan dan larangan aparat kerap tak dihiraukan pemilik kendaraan. Dalam setiap razia kendaraan umum aparat selalu mendapati sopir yang tak bisa menunjukkan kelengkapan administrasi atau surat jalan. Bahkan, sebagian sopir membiarkan kendaraan rusak untuk mengangkut barang atau penumpang.

Buktinya, belasan kendaraan terjaring razia angkutan Lebaran yang digelar pemkab dan Polres Sleman di Terminal Jombor dan Lapangan Denggung kemarin (27/6). “Sedikitnya delapan kendaraan tak tertib administrasi. Ada juga sopir tak memiliki surat izin mengemudi (SIM),” beber Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sleman Imam Bajuri di Lapangan Denggung. Pelanggar administrasi langsung ditilang oleh kepolisian.

Kendaraan tak layak jalan didominasi mobil angkutan barang. Baik pikap maupun truk bak terbuka atau tertutup. Sebagian besar berkadar emisi tinggi. Parahnya, sopir kendaraan tak layak jalan tak bisa menunjukkan bukti administrasi syarat operasional.

Operasi kendaraan digelar hingga tiga hari ke depan. “Di Terminal Jombor kami juga akan menggelar tes narkoba bekerjasama dengan BNN,” jelasnya.

Wawan, salah satu sopir yang kedapatan tidak memiliki SIM berdalih tak ada waktu untuk mengurusnya. SIM-nya mati sejak setahun lalu. “Karena masih sering nyopir kiriman ke luar kota, saya belum sempat urus surat,” kilahnya sambil berlalu.

Sementara itu, Kabag Operasional Ditlantas Polda DIJ AKBP Sutarno memastikan kondisi seluruh armada angkutan Lebaran asal Jogjakarta layak jalan. Sedikitnya 41 bus siap mengangkut pemudik tujuan Jakarta dan Surabaya,” jelasnya disela pemeriksaan kendaraan angkutan Lebaran di Garasi Bus Gege, Bantul kemarin. Pemeriksaan kendaraan meliputi kelengkapan surat kendaraan, uji KIR, dan ketersediaan peralatan keselamatan penumpang.

Pada bagian lain, Kepala PT Jasa Raharja Cabang DIJ I Ketut Suardika mengatakan, pihaknya menggelar program mudik gratis bersama badan usaha milik negara lainnya yang ada di Jogjakarta. Total ada dua ribuk calon pemudik yang berencana mengikuti program tersebut.(bhn/zam/yog/ong)