SLEMAN – Kepadatan arus kendaraan pemudik mulai ter-jadi di jalan-jalan utama Sleman sejak H-8 Lebaran kemarin (28/6). Tak semua kendaraan tujuan Sleman atau wilayah lain di DIJ. Sleman hanya menjadi rute lin-tasan bagi sebagian pemudik asal Solo, Purworejo, dan Ma-gelang.

Atau daerah sekitar dan searah dengan tiga kota di Jawa Tengah itu. Tak pelak, kemace-tan lalu lintas selalu terjadi di jalur utama pemudik. Dinas Perhubungan, Komuni-kasi, dan Informatika (Dishub-kominfo) Sleman memetakan sedikitnya ada 10 titik rawan macet.

Yakni, area candi dan Pasar Prambanan; Jalan Solo (depan Ambarrukmi Plaza); Simpang Empat Kentungan; Simpang Empat Condongcatur; Simpang Empat Monjali; Jalan Magelang; Pasar Tumpah Mla-ti; Jalan Kaliurang; Pasar Tumpah Gamping; dan Jalan Wates.

Selain itu, ada empat titik yang terpe-takan sebagai kawasan rawan kecelakaan lalu lintas, yaitu di sepanjang Jalan Magelang dan Jalan Wates, serta Jalan Ring Road Utara dan Jalan Solo.Kepala Dishubkominfo Agoes Soesilo Endriarto mengimbau seluruh pengguna jalan selalu waspada saat melintasi jalan-jalan tersebut.

“Kami akan mela-kukan pengendalian, pengawa-san, dan pengaturan lalu lintas di lokasi rawan macet dan ke-celakaan,” ujarnya kemarin.

Nah, guna menghindar kema-cetan pemudik disarankan me-nempuh perjalanan melalui jalur alternatif. Dinas menyiap-kan empat jalur alternatif di jalan-jalan negara.

Ada dua pi-lihan rute arus lalu lintas dari Magelang menuju Jogjakarta. Lewat Simpang Empat Tempel (Jalan Magelang) ke barat menu-ju Pasar Balangan, Minggir. Lalu belok ke selatan ke arah Moyudan menuju Jalan Wates dan Jogjakarta. Bisa juga dari Simpang Empat Tempel belok ke utara menuju Turi – Pakem – Cangkringan – Jalan Solo – Jog-jakarta.Sedangkan arus kendaraan dari Solo ke Jogjakarta juga ada dua pilihan rute. Yakni, dari Candi Prambanan/ Simpang Bogem berbelok ke utara arah Cangkringan – Pakem –Turi – Tempel – Jogjakarta. Atau dari Prambanan ke arah selatan lewat Piyungan – Jalan Wonosari – Jog-jakarta.

Sementara itu, untuk mengu-rai kemacetan arus lalu lintas aparat Polres Sleman member-lakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik.

Salah satunya di Simpang Tiga Bandara Adi Sut-jipto di Jalan Solo. Di titik terse-but arus kendaraan dari barat sementara tak bisa langsung berbelok ke selatan menuju ger-bang bandara. Penggal jalan di lokasi tersebut akan dipasang devider portabel. Pengendara ke arah bandara harus memutar di depan gerbang Akademi Ang-katan Udara (AAU). Itu berlaku hingga H+7 Lebaran (13/6).

“Re-kayasa lalu lintas kami berlaku-kan mulai Kamis, 30 Juni,” jelas Kanit Dikyasa Ipda Arfita Dewi. Guna memperlancar arus lalu lintas, traffic light di area depan gerbang bandara tak difungsikan. Baik lampu pengatur arus ken-daraan dari timur ke barat dan sebaliknya.

Sedangkan ken-daraan dari arah timur yang akan masuk ke bandara tetap akan menggunakan rute lama.Fita, begitu sapaan akrabnya, mengklaim bahwa rekayasa lalu lintas yang direncanakan tersebut merupakan piliuhan terbaik antisipasi kemacetan di sekitar bandara. “Belajar dari pengalaman tahun lalu kemacetan cukup parah menghambat waktu para peng-guna jasa bandara,” ungkap perwira pertama Polri itu.

“Se-lama ini di kawasan bandara belum pernah ada posko pe-mantauan. Nah tahun ini akan didirikan posko monitoring,” jelasnya.

Di sisi lain, polwan berhijab itu mengimbau calon penum-pang pesawat memahami kon-disi kepadatan arus lalu lintas, agar tak terlambat terbang. (bhn/yog/hes)