SLEMAN – Memasuki hari ke-dua penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Sleman kemarin (28/6) komposisi pemenuhan daya tampung sekolah bersistem real time online (RTO) belum banyak berubah.

Kuota di 15 sekolah belum terpenuhi.Pendaftar paling sedikit di SMPN 3 Ngaglik yang memiliki 128 kuota, baru terisi 86 calon siswa (casis). Disusul SMPN 3 Pakem. Dari kuota 120 kursi baru 88 casis yang mendaftar. Kemu-dian SMPN 3 Turi yang baru diminati 92 casis dari 128 kursi daya tampung yang tersedia.

Sebaliknya, SMPN 1 Sleman tercatat paling diminati. Dari total kuota 224 kursi, hingga kemarin casis terdaftar seba-nyak 272 orang.

Lalu SMPN 1 Minggir. Dari 224 kursi tersedia, jumlah pendaftar mencapai 254 casis.Secara umum, jumlah peserta PPDB melebihi daya tampung yang tersedia untuk sekolah negeri. Mencapai 7.255 casis dari total kuota di 45 SMP se-Sleman sebanyak 6.800 kursi.Kepala Dinas Pendidikan, Pe-muda, dan Olahraga (Disdik-pora) Arif Haryono optimistis, tak ada SMP negeri yang akan kekurangan siswa.

“Hari ini pasti semua sekolah teisi penuh,” ujarnya kemarin.Arif mengimbau seluruh orang tua/wali casis memanfaatkan waktu sebaik mungkin meng-hadapi PPDB hari terakhir.

Para orang tua casis diminta aktif memantau pergeseran ni-lai melalui internet di website Disdikpora. Dari situ, mereka diharapkan bisa memilihkan sekolah bagi anak didik secara tepat.Hingga kemarin, SMPN 4 Pakem menjadi sekolah dengan nilai rata-rata pendaftar tertinggi. Yakni, 303,5 dan terendah 279. Disusul SMP N 1 Godean dengan rerata 286,57. Dengan nilai tertinggi 297 dan terendah 281,5. (bhn/yog/dem)