ABRAHAM GENTA BUWANA/RADAR JOGJA
BERKAH RAMADAN: Seorang anak dibantu ayahnya membaca Digital Alquran Braille di Convention Hall Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Jogjakarta, kemarin (28/6).
SLEMAN – Ramadan adalah bulan penuh berkah. Itu pula yang dirasakan oleh kawan-kawan penyandang tuna netra di Jogjakarta. Mereka menerima bantuan 350 Digital Alquran Braille dari Qatar Charity Indonesia yang diberikan di Convention Hall Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, kemarin (28/6).

Salah seorang penerima Digital Alquran Braille Jafar Nurohman mengaku bersyukur atas bantuan ini. Sebab, selama ini dia mengalami kendala belajar baca Alquran. “Ini karena huruf Braille cetak terkadang tidak valid,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan rohaninya ini, pria asal Umbulharjo, Jogja itu harus membeli Mp3. Sehingga, harus dua kali kerja untuk mendengarkan satu ayat. Meski baru awal memulai, tapi dia sangat terbantu dengan adanya teknologi ini.

“Ini memudahkan kami untuk mempelajari Alquran. Tapi, juga jangan membuat terlena. Harus tetap belajar lagi untuk mengembangkan dan mendalami cara membaca Alquran,” kata pria berusia 30 tahun ini.

Digital Alquran Braille ini memang hadir dalam teknologi yang lebih modern. Sebuah kombinasi antara huruf Arab Braille dengan audio digital. Cara penggunaannya juga mudah. Cukup menempelkan ujung pena khusus yang nantinya akan mengeluarkan suara yang bisa didengarkan.

“Saya berharap bantuan ini dapat menjadi berkah bagi saudaraku di sini. Menjadi teman setia dalam mempelajari dan mendalami Alquran,” kata Direktur Qatar Charity Indonesia Karam Zenhom Aly.

Aly menjabarkan, teknologi ini adalah inovasi dalam membaca Alquran. Terutama bagi penyandang tuna netra yang terhalang penglihatannya. Teknologi ini menggabungkan rabaan Braille dan teknologi sensor audio dalam pen pembaca.

Dengan adanya teknologi ini besar harapannya seluruh umat muslim tuna netra menikmati keindahan Alquran. Apalagi setiap surat tersaji lengkap dalam format audio. Pembaca cukup menempelkan pen ke Digital Alquran Braille.

Dia berpesan agar para penyandang tuna netra memanfaatkan teknologi ini. Tak ada lagi kendala untuk belajar membaca Alquran. Sebab, panduan dan surat yang disajikan lengkap serta sama dengan Alquran aslinya.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Yudian Wahyudi PhD sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini. Mewakili para penerima bantuan, dia berterima kasih. Terlebih bantuan ini datang dari lembaga swasta atas sumbangan perseorangan.

Bantuan Digital Alquran Braille ini tak hanya di Jogjakarta. Sebelumnya bantuan yang sama telah dilakukan di Lampung; Pemalang, Jawa Tengah; dan Garut, Jawa Barat. Masing-masing daerah ini menerima bantuan sebanyak 250 Digital Alquran Braille. (dwi/ila/ong)