GUNUNGKIDUL-Dinas Kesehatan (dinkes) Gunung-kidul mengklaim wilayahnya terbebas dari kasus vaksin palsu. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak tergoda dengan tawaran vaksin dengan harga miring.

“Untuk apa tergoda dengan vaksin harga murah. Vaksin itu oleh pemerintah diberikan gratis. Kalau di tempat lain bisa muncul kasus vaksin palsu itu dipengaruhi juga oleh tingkat kepadatan penduk,” kata Sekretaris Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty kemarin (28/6).

Menurut Dewi, keyakinan wilayahnya aman dari vaksin pal-su bukan menghibur diri. Untuk diketahui, pengadaan vaksin berasal dari pemerin-tah pusat melalaui PT Bio Farma. Bio Farma adalah perusahaan vaksin dalam negeri yang memiliki kapa-sitas produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan kebutuhan vaksin dunia.

“Prosedur penyalu-ran vaksin, daerah mengusulkan sesuai dengan jumlah kebu-tuhan kepada pemerintah pusat melalui pemprov,” terangnya.

Untuk pengiriman vaksin sampai kepada tingkat daerah sesuai dengan permintaan. Biasanya, order vaksin dilakukan sebulan sekali. Begitu sampai di-nas kesehatan kemudian vaksin didrop ke puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan.

“Ja-di, kalau sampai ada orang menjual vaksin palsu di Gunungkidul malah rugi. Karena itu kepada tempat praktik bidan kami minta mengambil vaksin ke di-nas. Gratis,” tegasnya.

Menurut Dewi, kerusakan vaksin bisa saja terjadi. Oleh karenannya, pengiriman sampai barang datang tidak boleh lepas dari pengawasan
“Vaksin suhunya harus terjaga dengan baik. Maka, petugas melakukan pantauan catatan harian. Penyimpanan vaksin di mesin pendingin tidak boleh tercampur dengan obat lain,” ungkapnya.

Jika itu tidak dilakukan, manfaat vaksin bagi tubuh yang mampu memberikan perlindungan serta pe-ngobatan, bermanfaat sebagai pencegahan virus tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi di lokasi yang benar. Misal, puskesmas, maupun klinik swasta yang ditunjuk,” terangnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gunungkidul, Bakti Pratiwi memastikan vaksin yang ada di puskesmas aman. Aman dari sisi keaslian dan terjaga dari kekurangan kebutuhan. (gun/din/ong)