MAGELANG – Tak mau keco-longan adanya kasus vaksin palsu di Jateng, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang segera melakukan investigasi dan super-visi. Sasarannya rumah sakit dan tempat praktik dokter yang kemun-gkinan memakai vaksin di luar vaksin resmi dari pemerintah.

Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Magelang Yis Romadon mengatakan, pi-haknya sudah mendengar ra-mainya pemberitaan seputar vaksin palsu baik di Jakarta maupun Jawa Tengah. Pihaknya pun menunggu imbauan resmi dari Dinkes Pemprov Jateng.

“Kami sendiri akan bertindak dengan melakukan supervisi dan investigasi terhadap layanan kese-hatan swasta atau rumah sakit negeri yang mungkin membeli vaksin di luar resmi pemerintah,” ujar Yis di kantornya, kemarin.

Dia menjelaskan, seperti ramai-nya pemberitaan, vaksin yang palsu kebanyakan dari vaksin di luar resmi pemerintah. Adapun pemakaian vaksin non-resmi pemerintah untuk Kota Magelang dan Jawa Tengah pada umumnya hanya berkisar 11,9 persen.

“Sebanyak 88,1 persen meng-gunakan vaksin resmi dari pe-merintah. Artinya, memang kecil untuk penyebaran vaksin palsu tersebut. Tapi, kami patut was-pada terhadap peredaran vaksin palsu ini dan jangan sampai meru-gikan masyarakat,” jelasnya.

Untuk supervisi, kata Yis, pi-haknya akan menginvestigasi langsung di sejumlah layanan kesehatan swasta dan rumah sakit negeri yang mungkin menyedi-akan vaksin nonpemerintah. Seperti di rumah sakit swasta, tempat-tempat praktik dokter spesialis, dan sejumlah bidan. Yang akan diteliti alur distri-busi vaksin dari pemerintah jelas alur distribusinya. (nia/laz/ong)